
DENPASAR – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, resmi melantik I Wayan Suyasa beserta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota se-Bali di Trans Resort Bali, Kuta, Badung, Sabtu (24/1/2026).
Menariknya, dalam pelantikan ini, sejumlah pengurus baru yang menjabat merupakan tokoh-tokoh senior dari partai besar di Bali. Selain I Wayan Suyasa (mantan Ketua DPD II Golkar Badung), tampak pula I Putu Alit Yandinata (mantan kader PDIP dan eks anggota DPRD Badung), serta Made Edi Wirawan (mantan kader PDIP dan mantan Wakil Bupati Tabanan), dan I Ketut Badra (eks Ketua Fraksi Golkar dan mantan Anggota DPRD Karangasem)
Kedatangan Ketua Umum DPP PSI Bali itu, disambut ribuan Kader serta gemuruh kesenian tradisional Okokan dan Baleganjur juga ‘Barong Gajah’ sebagai representasi lambang PSI.
Mengawali acara sambutan, yang disampaikan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang berulang tahun ke-79 pada 23 Januari 2026.
Mantan kader NasDem tersebut mendoakan agar Megawati senantiasa diberikan umur panjang dan kesehatan untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
“Semoga beliau selalu panjang umur dan diberikan kesehatan agar terus bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Ahmad Ali juga menetapkan target besar untuk tahun 2029, yakni PSI Bali harus mampu merebut satu kursi di Senayan (DPR RI).
Menurut Ahmad Ali, Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Provinsi Bali ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan momentum konsolidasi antar-kader. “Tahun 2029, kami targetkan untuk mempersembahkan satu kursi DPR RI,” tegasnya.
Sementara Ketua Umum Kaesang Pangarep dalam sambutannya Saat melantik pengurus PSI di Bali, Kaesang menitipkan masa depan PSI dan Pulau Dewata kepada Suyasa.
“Saya minta tolong, PSI harus memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Provinsi Bali,” ujar Kaesang.
Kaesang juga mengungkapkan, logo PSI yakni Gajah lahir di Tabanan Bali.
“Banyak yang tidak tau lambang PSI Gajah ini lahir di Bali, yakni Tabanan. Saat itu, ada pilihan kudasrani, merpati, ulap-ulap, akhirnya pilihannya jatuh pada Gajahsena, ” ungkapnya di Sambut tepuk tangan para kader.
Ia juga memuji I Wayan Suyasa. Ia bahkan berseloroh menyayangkan mengapa Suyasa baru bergabung sekarang.
“Jujur saya kecewa setelah menerima laporan dari Wasekjen; kenapa Pak Wayan Suyasa baru jadi Ketua PSI sekarang? Kalau dari dulu, hitungan tahun 2024 pasti sudah. Tapi tidak apa-apa, struktur tahun 2024 di Bali tidak lagi menjadi standar, standar kita sekarang adalah kepemimpinan Ketua Wayan Suyasa,” pujinya.
Kaesang juga mengapresiasi keberhasilan Suyasa dalam menyelesaikan 100 persen kepengurusan di tingkat DPC.
Putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo ini berharap PSI Bali bisa keluar sebagai juara pada Pemilu 2029 mendatang.
Meski ia mengakui hal tersebut merupakan tantangan besar, ia optimis target itu bisa terwujud, baik di tahun 2029, 2034, maupun 2039.
“Mungkin di 2029, 2034, atau 2039, tidak ada yang tahu. Tapi bukan tidak mungkin di tahun 2029 kita sudah bisa menjadi nomor satu,” pungkasnya.
Kaesang mengaku, atmosfer di Bali didominasi satu partai. Menurutnya, karena kontribusi kader tersebut besar, ia berharap kader PSI juga memberikan kontribusi yang besar sehingga di Bali menjadi tempat memelihara “gajah” sesuai lambang mereka Gajah Sena.”Saya tidak bilang jadi kandang lho ya,” kelakarnya menutup sambutannya. (jay/jon)








