
DENPASAR – Rencana aksi demonstrasi Forum Swakelola Sampah Bali (SSB) ke Kantor Gubernur Bali yang dijadwalkan Kamis (15/1/2026) dipastikan batal digelar.
Pembatalan dilakukan karena tuntutan forum dinyatakan telah dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung.
Koordinator Forum SSB, I Wayan Suarta, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya kesepakatan bersama yang diperkuat dengan surat resmi dari pemerintah terkait pengelolaan sampah di TPA Suwung.”Tuntutan kami sudah dipenuhi semua,” ujar Suarta saat dikonfirmasi, kamis (15/1/2026).
Tuntutan utama Forum SSB adalah penolakan pengalihan pembuangan sampah dari TPA Suwung ke TPA Landih, Bangli. Menurut Suarta, rencana tersebut dinilai tidak realistis karena jarak tempuh yang terlalu jauh, biaya operasional yang membengkak, serta keterbatasan kapasitas TPA Landih.
“Kalau dipaksakan buang ke Landih, antrian bisa berhari-hari. Itu jelas mengganggu operasional dan lalu lintas,” jelasnya.
Selain itu, Forum SSB juga menuntut agar TPA Suwung tetap dibuka hingga tersedia solusi pengelolaan sampah yang matang, termasuk penerapan teknologi pengolahan sampah berbasis energi listrik (waste to energy).
Perbaikan akses jalan menuju TPA Suwung yang selama ini rusak parah dan kerap memicu kemacetan panjang juga menjadi tuntutan penting.
Ia menegaskan, seluruh poin tuntutan tersebut telah disepakati dalam pertemuan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, Pemkot Denpasar, dan Pemkab Badung, Rabu (14/1/2026).
Pertemuan berlangsung secara kekeluargaan di Kantor Wali Kota Denpasar dan turut dihadiri aparat kepolisian, TNI, serta perwakilan pemerintah daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung.
“Tadi disepakati oleh Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, dan juga Gubernur Bali melalui Sekda. Kami sama-sama turun mengecek langsung ke lokasi, jadi semua tahu kondisinya memang tidak memungkinkan jika dipaksakan buang ke Landih,” tegasnya.
Dengan terpenuhinya seluruh tuntutan, Forum Swakelola Sampah Bali memastikan tidak ada lagi rencana aksi demonstrasi.
“Tujuan kami hanya agar pengelolaan dan pembuangan sampah lancar. Kalau sudah dipenuhi, untuk apa demo,” tandas Suarta. (jay/jon)








