
MANGUPURA – Trotoar yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, kini justru menjadi ancaman. Pasalnya, tutup manhole yang terbuat dari besi, sering menjadi sasaran pencurian. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Sading, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi. Belasan tutup manhole raib, diduga digondol maling besi.
Pantauan Selasa (13/1), sedikitnya 11 manhole di trotoar Jalan Raya Sading tanpa penutup. Lubang-lubang manhole tersebut tersebar di beberapa titik dan berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pejalan kaki, pesepeda, hingga pengguna kursi roda.
Berdasarkan informasi warga sekitar, penutup manhole yang terbuat dari besi kemungkinan dicuri. Salah satu lokasi hilangnya tutup manhole berada dekat pintu masuk SD Negeri 2 Sading. Kondisi ini tentu sangat membahayakan keselamatan para siswa.
Keluhan masyarakat pun bermunculan. Warga menilai kondisi trotoar saat ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi sudah masuk kategori membahayakan keselamatan publik, khususnya anak-anak dan pejalan kaki pada malam hari.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, tak menampik hilangnya penutup manhole di lokasi tersebut. Dia menyebut, proyek Jalan Raya Sading masih dalam masa pemeliharaan, sehingga menjadi tanggung jawab rekanan.
“Jalan ini masih dalam masa pemeliharaan. Kami sudah menginformasikan kepada penyedia jasa untuk segera melakukan pemasangan kembali,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin. Ia menambahkan, proyek trotoar Jalan Raya Sading dikerjakan oleh rekanan Tunas Jaya Sanur, dan pihaknya telah melakukan tindak lanjut agar perbaikan segera dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan. (lit,dha)








