
BANGLI – Pohon perindang di pinggir jalan yang seharusnya menjadi penyangga kelestarian lingkungan justru banyak ditemukan mati di kawasan Kintamani, Bangli. Ironisnya, kematian pohon-pohon tersebut diduga akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja merusak batang bagian bawah dengan cara dikuliti.
Di tengah gencarnya kampanye pelestarian lingkungan, alih-alih ikut merawat justru aksi oknum tidak bertanggung jawab itu memantik keprihatinan.
Pohon yang telah mati itu sangat membahayakan pemakai jalan karena kondisinya lapuk dan berpotensi setiap saat bisa roboh ke tengah jalan. Pantauan di lapangan, maraknya perusakan pohon perindang jalan tampak terlihat mulai masuk wilayah Desa Banua, Desa Katung kemudian mengarah ke timur ke Jalur Bayung Gede-Desa Sekardadi.
Pada jalur ini jenis pohon seperti mahoni dan kayu suar, banyak meranggas dan mati. Bahkan, beberapa kayu telah lapuk. Setelah ditelusri matinya pohon perindang jalan ini lantaran batang bagian bawahnya dikuliti.
Sejumlah pengendara jalan, yang namanya enggan ditulis, berharap intansi terkait turun tangan melakukan penebangan agar pohon tersebut tidak membahayakan dan mengancam keselamatan pengguna jalan raya.
Apalagi ditengah cuaca kurang bersahabat seperti yang terjadi belakangan ini. Warga meminta oknum yang senagaja merusak agar diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang ada.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli I Wayan Ganda Wijaya, dikonfirmasi, Minggu (14/12/2025), mengaku masih mengikuti dengan Wakil Bupati Bangli.
“Suksema (terima kasih atas informasinya), saya masih ada rapat dengan Pak Wakil,”ucapnya melalui pesan singkat. (dus,yan)








