
DENPASAR – Berpulangnya kader partai Gerindra Ir. Nyoman Ray Yusha atau akrab dikenal Jro Ray Yusha pada (4/10/2025) malam menyisakan duka mendalam di tubuh partai berlambangkan kepala burung garuda tersebut.
Jro Ray Yusha yang duduk kursi DPRD Bali dengan perlahan suara 12.416 dikenal sangat vokal dan getol dalam membela kepenting masyarakat.
Bahkan pasca banjir bandang yang menghantam Bali, sebagai anggota pansus tata ruang, aset dan perizinan. Ia tak pernah absen dalam menggali pelanggaran tata ruang.
Meski masih berduka, mekanisme sistem politik di DPRD harus berjalan. Dimana berpelungnya Jro Ray Yusha berpeluangan juga untuk kader partai Gerindra lainnya sebagai penggati atau pergantian antar waktu (PAW).
Dalam Keputusan KPU Provinsi Bali Nomer 43 Tahun 2024 tetang penetapan hasil pemilu DPRD Provinsi Bali tahun 2024 dan mengacu mekanisme PAW, yakni suara terbanyak berikutnya dipartai dan di dapil yang sama akan menggantikan posis kursi yang ditinggalkan, Komang Dyah Setuti, S.Sn,. M.I.Kom yang paling berpeluang untuk menggantikan Jro Ray Yusha.
Komang Dyah Setuti berada di urutan tiga perolehan suara terbanyak dari partai Gerindra dapil 5 Kabupaten Buleleng. Jro Ray Yusha berada di posisi pertama dengan 12.416 suara. Disusul Gede Harja Astawa 9.028 suara dan posisi Komang Dyah Setuti dengan perolehan 6.196 suara sah.
Terpisah ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, mengaku belum sempat cek ulang terkait pergantian itu.
“Maaf belum sempat cek, besok baru ngantor, Masih purnama lagi odalan keliling,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Ketau Fraksi Gerindra DPRD Bali, Gede Harja Astawa, menyebutkan merasa sangat kehilangan atas kepergian Ray Yusha yang disebut sebagai sosok senior, teladan, sekaligus pejuang partai.
Di mata rekan-rekan sefraksi, Jro Yusha merupakan sosok yang gigih, penuh dedikasi, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat.
Jro Yusha juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Buleleng periode sebelumnya.
“Kami sangat terkejut dan bersedih. Tapi kami mengikhlaskan kehendak yang maha kuasa. Mohon doanya, semoga arwah beliau bisa menyatu pada Sang Pencipta,” tutur Harja Astawa. (jay/jon)








