
BADUNG – Aksi vandalisme di area Pantai Kuta, terekam CCTV. Aksi oleh orang tidak dikenal itu terjadi pada Sabtu (20/9/2025) lalu.
Rekaman CCTV tersebut menunjukkan adanya dua lokasi yang menjadi korban. Satu pada dinding sebuah coffee shop dengan tulisan ‘400’, satunya lagi pada tembok toilet bata merah dengan tulisan ‘274.408’. Keduanya tampak ditulis dengan menggunakan cat semprot.
Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa tidak memungkiri adanya kejadian tersebut. Bahkan menurut dia, itu bukan kali pertama. Hanya saja kali ini, kebetulan terekam CCTV.
“Terkait vandalisme, sudah pernah terjadi, tetapi minim bukti. Karena sekarang ada rekaman CCTV, sengaja kami viralkan di media sekaligus koordinasi dengan Polsek Kuta agar ditindaklanjuti,” sebutnya dihubungi Senin (22/9/2025).
Meski terekam CCTV, Arya menyebut tidak mengetahui pelaku kenakalan itu. Pihaknya secara penuh menyerahkan tindak lanjut pencarian pelaku kepada Polsek Kuta. “Pengawasan ke depan, akan kami tingkatkan patroli Satgas Pantai,” sebutnya.
Terpisah, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana mengaku marah besar atas prilaku tersebut. Dia menyebut tidak terima Pantai Kuta yang telah bersih dan tertata, malah dicorat-coret.
“Saya marah besar. Saya tidak terima. Makanya, semua kemarin sudah saya informasikan, baik itu pecalang, satgas, pemuda, keamanan, dan semuanya, kalau menemukan pelaku, agar diamankan dahulu. Kita akan tanya, apa sih maunya dia?” sebut Alit.
Ditegaskan dia, vandalisme bukanlah seni yang benar. Menurut dia, jika seorang ingin menyalurkan bakat, harusnya dilakukan pada media yang tepat. Bukannya malah merusak fasilitas umum. “Saya tidak suka dengan cara-cara ini. Kuta sudah bagus, kita sudah susah mempertahankan kebersihan dan estetikanya,” ucapnya. (adi)








