
DENPASAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Bali bertambah menjadi 13 orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah ditemukan, sementara 3 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal ini saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban di Banjar Sedana Merta, Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, Kamis (11/9/2025).
“Hari ini saya mengunjungi para korban di pengungsian, sekaligus berdialog langsung dengan warga terdampak. Kami diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo untuk turun ke lapangan. Tadi malam sudah kami lakukan rapat dengan pemda, kita mulai dilakukan tahap perbaikan, termasuk mendatangkan pompa air dari Jakarta dan Jawa Timur agar Pasar Badung segera surut,” kata Suharyanto.
Ia menambahkan, pemerintah pusat dan daerah sudah menetapkan status tanggap darurat selama satu minggu. Selama masa tersebut, kebutuhan dasar para pengungsi akan dipenuhi sepenuhnya. ” Sementara upaya pencarian korban akan terus dilakukan, mudah-mudahan tidak ada lagi korban bertambah, per hari ini laporan yang masuk ada 13 orang meninggal, 10 sudah ditemukan, sisanya masih dinyatakan hilang,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, bencana kali ini dipicu oleh curah hujan ekstrem mencapai 385 mm, di luar kebiasaan musim. “Biasanya September sudah masuk musim kemarau. Namun fenomena alam ini sangat besar. Perubahan iklim membuat prediksi cuaca semakin sulit,” tegasnya.
Sementara itu, BNPB menyiapkan skema bantuan bagi warga terdampak: Rumah rusak berat: diganti sepenuhnya oleh pemerintah.Rusak sedang: Rp30 juta, Rusak ringan: Rp15 juta. Selain itu, perbaikan infrastruktur publik seperti sekolah, jalan, dan jaringan listrik akan segera dilakukan di wilayah terdampak, meliputi Denpasar, Jembrana, Gianyar, dan Badung.
Pemerintah juga memastikan pencarian terhadap 3 korban hilang akan terus dilakukan hingga enam hari ke depan.
“Kami semua akan mendampingi proses pemulihan sampai selesai. Saya sampaikan juga duka mendalam dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden bagi seluruh korban banjir di Bali,” tegas Suharyanto.
Sekcam Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, merinci jumlah pengungsi di beberapa titik yang hadir di Banjar Sedana Merta, menerima bantuan dari BNPB yaitu pengungsi dari Kelurahan Ubung sebanyak 12 KK, atau 29 jiwa berasal dari Br. Sedana Merta, Ubung kemudian dari Kelurahan Peguyangan yang hadir 17 jiwa, dari Banjar Dadakan, dimana korban keseluruhan terdampak disana berjumlah 48 warga masih bertahan di posko.
Sejumlah pengungsi masih kekurangan pakaian layak, terutama warga di Gang Mawar II, Kelurahan Ubung. Salah satu warga, Yogi, mengaku kehilangan seluruh barang rumah tangganya.
“Kami kehilangan segalanya, hanya pakaian di badan. Makanan, obat-obatan, dan selimut sudah ada, tapi kami butuh pakaian dan bantuan keuangan. Beberapa warga juga kehilangan pekerjaan,” ujar warga yang tinggal kos itu. (sur)








