
DENPASAR – 22 orang diamankan polisi dalam aksi demo berujung kericuhan di Mapolda Bali, Jalan WR. Supratman, Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 11.00 WITA.
Ratusan massa dari kalangan mahasiswa, driver ojek online, LSM, LBH dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang tergabung dalam Aksi Aliansi Bali menuntut aparat kepolisian bertanggungjawab atas kematian driver ojol Affan Kurniawan saat berlangsungnya demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan, sekitar 1.000 personel gabungan diterjunkan termasuk dibantu pecalang melaksanakan pengamanan.
“Direktur Samapta Polda Bali naik ke podium untuk menenangkan massa dan akan menindak lanjuti tututan tersebut,”ujar Kombes Ariasandy.
Namun, sekitar pukul 15.30 WITA, massa mulai anarkis. Mereka memaksa masuk dengan cara mendobrak gerbang utama mako Polda Bali.
Massa juga melalukan pelemparan batu ke arah petugas, serta aksi corat coret di pintu dan tembok Polda Bali.
“Beberapa personel yang sedang melakukan pengamanan mengalami luka-luka akibat lemparan batu,”ungkapnya.
Pasukan PHH Brimob dan Samapta Polda Bali memaksa para pendemo mundur dan berusaha membubarkan massa karena anarkis.
“Karena tetap anarkis, kami mengamankan 22 orang yang paling aktif memprovokasi massa. Mereka ada dari Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Gorontalo, Flores, termasuk Bali. Mereka masih menjalani pemeriksaan di Polda Bali,”tegasnya.
Sementara, 8 orang polisi dan 2 warga sipil yang mengalami luka-luka dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Trijata.
“Unjuk rasa boleh dan itu sah, tapi jangan anarkis, apalagi kita ketahui bersama Bali hampir 70% hidup dari sektor pariwisata. Kalau Kamtibmas terganggu otomatis akan menggangu kunjungan wisatawan ke Bali. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga Bali yang kita cintai ini agar tetap ajeg, aman dan damai,”harapnya.








