
BULELENG – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Forkompinda Buleleng dan perwakilan dari Kemenparekraf Republik Indonesia, Kamis, 24 Juli 2025 petang membuka Lovina Festival (Lovest) tahun 2025.
Selain mengapresiasi partisipasi dan peran aktif eksponen pariwisata serta UMKM dalam menyukseskan salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025, melalui event bertajuk ‘The Magical Lovina’ juga digelorakan sisi magis Lovina (Love Indonesia) berupa perpaduan keindahan pantai yang eksotis dihiasi terumbu karang dan geliat lumba-lumba yang didukung beragam kultur, seni dan budaya sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan.
“Seiring perkembangan pariwisata dunia, maka orientasi pariwisata kita arahkan menjadi pariwisata berkelanjutan,” tandas Bupati Sutjidra pada acara pembukaan Lovina Festival Tahun 2025 ditandai pemukukan cengceng di Pantai Bina Ria Lovina.
Dengan menyuguhkan histori Lovina yang digagas Anak Agung Panji Tisna dan beragam seni budaya serta segenap potensi alam yang ada, Lovina Festival yang digelar 24-27 Juli secara mandiri, murni kontribusi pelaku pariwisata dan desa penyangga,tanpa menggunakan APBD ini mampu berkontribusi dalam upaya pencapaian target kunjungan wisatawan ke Indonesia dan Bali khususnya pada tahun 2025.
“Sesuai pesan almarhum, Panji Tisna, mulai tahun depan kami berkomitmen mengembalikan vibrasi wisata Lovina melalui penataan Kawasan Pariwisata Lovina dengan tagline Belum Ke Buleleng Jika Tidak Injak Pantai Lovina,” tandasnya.
Bupati Sutjidra yang mengapresiasi inisiasi jalur pariwisata Taipe-Banyuwangi-Lovina dari Kemenparekraf sebagai jawaban atas kendala aksesibilitas pariwisata Bali Utara, juga berkomitmen membangkitkan beragam seni budaya serta kuliner khas Buleleng dalam mewujudkan Pariwisata Indonesia Berkualitas dan Berkelanjutan. (kar/jon)








