
TABANAN-Warga Desa Bajera Selemadeg Tabanan antusias menyambut Gubernur Bali Wayan Koster saat pengoperasioan kembali jalan dengan pengibasan bendera untuk rangkaian truk yang melintas perdana, Sabtu (19/7/2025). Warga berterima kasih karena perbaikannya cepat dan sekarang jalur tersebut kembali ramai. Omset dagangan warga yang sempat turun drastis selama 12 hari kini kembali normal.
Gubernur Koste secara simbolis membuka jalur, sehingga lalu lintas kembali normal dua arah. Momen ini menjadi penanda kembalinya kelancaran arus kendaraan di salah satu jalur terpadat di Bali.
Setelah peresmian, Gubernur Koster dan rombongan meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan para pedagang dan warga di Pasar Tradisional Bajera. Kunjungan singkat ini tidak hanya menunjukkan kepedulian pemimpin daerah terhadap masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi lokal dapat kembali berjalan tanpa hambatan pasca-perbaikan jalan. Kehadiran Gubernur Koster di tengah-tengah masyarakat juga menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi di sekitar area perbaikan.
“Terima kasih Pak Gubernur, perbaikannya cepat sekali. Sekarang sudah ramai kembali,” ungkap seorang pedagang saat abadikan momen foto bersama Gubernur Koster.
Kesempatan itu digunakan Koster untuk berbincang dan mendengar langsung aspirasi warga dan pedagang. Ia menerima laporan langsung dari warga dan perbekel setempat mengenai kerusakan di sejumlah ruas jalan desa akibat pengalihan arus lalu lintas.
“Saya berkomitmen untuk merevitalisasi Pasar Bajera. Kami akan upayakan dana dari Pemprov Bali, juga dibantu kabupaten/kota. Targetnya 2027 atau paling lambat 2028 sudah bisa direalisasikan,” tegasnya.

Terlepas dari persoalan tersebut, dampak dari kerusakan jalan tersebut menimbulkan kerusakan di jalur alternatif untuk pengalihan arus kendaraan. Beberapa ruas jalan yang terdampak di antaranya berada di Banjar Kaja (Jalan Surapati), Banjar Saraswati (Jalan Sandat dan Saraswati), Banjar Tengah (Jalan Anusapati dan Sruti), Banjar Kelod (Jalan Srigati), Banjar Jero (Jalan Serma Arda dan Serma Watra), serta Banjarsari (Jalan Dahlia).
Koster mengatakan segera berkoordinasi dengan Pemkab Tabanan dan Dinas PU agar dapat diperbaiki pada perubahan anggaran tahun ini. Hal ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkab Tabanan.
Tak hanya itu, menanggapi hal tersebut, Balai Jalan Nasional di Bali juga menyatakan sudah merencanakan pemulihan kondisi jalan alternatif yang rusak akibat pengalihan arus saat pengerjaan.
Seperti diketahui, Jalan di pasar Bajera jebol sejak 6 Juli lalu. kondisi emakin parah karena jebolnya semkain besar pada 7 Juli. Sehingag pemerintah melalaui balai besar pelaksanaan jalan nasional langsung melakukan perbaikan mulai 8 Juli. kerja keras selam 24 jam tanpa jeda membuat perbaikan jalan sangat cepat.
Hanya butuh 12 hari untuk menuntaskan perbaikan dan pembukananya dilakuakn Gubernu koster Sabtu dengan pengiasan bendera star pada truk yang melintas perdana
Gubernur Koster menegaskan bahwa proses perbaikan diawasi ketat setiap hari, berkoordinasi langsung dengan Balai Jalan dan Ditjen Bina Marga. Ia mengapresiasi semangat dan senyum para pekerja di lapangan, yang menurutnya menjadi tanda dedikasi tinggi dalam pelayanan publik.
“Sekarang sudah bisa senyum semua jajaran Balai Jalan dan semua staf, terima kasih atas kerja kerasnya,” ucap Koster.
Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kesabarannya selama masa perbaikan, serta kepada netizen yang memberikan informasi terkini bahkan juga yang sering membully dan marah-marah di media sosial.
“Itu justru menjadi penyemangat bagi kami untuk lebih cepat menyelesaikan proyek ini,” ujarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I.III Pelaksana Jalan Wilayah I Bali, Pramono Tri Yulianto, menjelaskan bahwa dalam penanganan jalan ambles tersebut, tim teknis memasang box culvert berukuran 2×2 meter, kemudian dilakukan pemadatan menyeluruh agar struktur jalan mampu menahan beban kendaraan berat.(jon)








