
GIANYAR – Sebuah ekskavator atau bego nyemplung di sempadan sungai di wilayah Banjar Mawang Kaja, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Kejadian tersebut direkam seorang wisatawan yang sedang rafting melewati aliran sungai itu. Video berdurasi 12 detik itu juga memperlihatkan adanya pengerukan di sempadan sungai.
Informasinya, pengerukan sempadan sungai itu akan dijadikan villa dengan konsep terasering. Lantaran hujan lebat yang mengguyur dan dan tanah labil, ekskavator terjungkal ke sungai.
Perbekel Lodtunduh I Wayan Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu (8/6/2025) mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas di sempadan sungai tersebut, termasuk masalah perizinan.
“Yang diajak koordinasi adalah desa adat, kami tidak dilibatkan. Izin OSS juga datangnya dari pusat. Kalau izin bangunan kami kurang tahu, yang diajak kordinasi adalah desa adat, ” ujarnya.
Dari konfirmasi perbekel ke kelian dinas Banjar Mawang Kaja menyebut pengerukan sempadan sungai tersebut dilakukan untuk penataan yang nantinya akan dijadikan villa. “Apakah nantinya akan menjadi villa atau apa kami juga kurang tahu, ” ungkapnya.
Terpisah, Pemerintah Kabupaten Gianyar juga melakukan penelusuran. Kepala Inspektorat I Gusti Bagus Adi Widhya Utama alias Bem mengatakan, luas lahan yang dikeruk menggunakan ekskavator sekitar sembilan are milik warga setempat.
Bem mengatakna, pengerukan tersebut untuk penataan lahan, yang nantinya akan dibuat bangunan villa dengan sistem terasering, tetapi masalah perizinan belum jelas.
“Informasinya lahan tersebut akan dijadikan vila memakai sistem terasering. Saat ini dalam tahap penataan lahan/site plan. Terkait perizinan, perbekel tidak mengetahui dan begitu juga kepala lingkungan setempat.Rencana Selasa tim akan turun untuk memastikan perizinannya,”tegas Bem. (jay)








