
DENPASAR – Pertarungan perebutan kursi di DPRD Bali pada perhelatan Pemilu 14 Pebruari 2024 bagi caleg perempuan dirasakan cukup berat bagi caleg perempuan.
Terbukti, dari 55 kursi yang diperebutkan oleh 18 partai politik, caleg perempuan yang lolos belum mampu merebut kursi signifikan guna mewakili 30 persen kaum perempuan di kursi legislatif pada periode 2024-2029 mendatang.
Perolehan kursi caleg perempuan dari sembilan kabupaten kota di Bali hanya mampu meraih 9 kursi dari 4 partai politik. Artinya mengalami penurunan lagi satu kursi dari 10 kursi yang direbut pada Pemilu 2019, salah satunya kader Demokrat Dapil Denpasar Caleg Utami Dwi Suryadi diprediksi tidak lolos untuk periode 2024-2029.
Dalam penghitungan perolehan suara dan kursi sementara di DPRD Bali, Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) caleg perempuan yang diusungnya mampu mempertahankan 6 kursi. Caleg PDIP yang dipastikan lolos ke DPRD Bali 2024-2029 dari incumbent yakni; Ni Kadek Darmini, Dapil Karangasem memperoleh 34.574 suara.
Perolehan suara tersebut merupakan suara terbesar dari seluruh caleg incumbent yang lolos. Angka tersebut juga meningkat dari periode sebelumnya. Caleg incumbent kedua Ni Wayan Sari Galung, Dapil Denpasar memperoleh 22.624 suara, Ni Luh Putu Yuniati, Dapil Gianyar memperoleh 17.022 suara.
Sementara newcomer yang lolos ke DPRD, Putu Diah Pradnya Maharani, Dapil Gianyar dengan perolehan 133.868 suara. Angka tersebut sangat pantastis bila dibandingkan dengan seluruh caleg perempuan yang lolos ke DPRD Bali dari semua parpol termasuk caleg incumbent tidak mampu menyaingi perolehan suaranya.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran mantan Bupati Gianyar Agus Mahayastra yang notabena Putu Diah Pradnya Maharani merupakan putri sulung mantan Bupati Gianyar.
Perolehan suara tertinggi kedua caleg perempuan new comer dari Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari dengan perolehan 45.593 suara. Perolehan suara terbesar ketiga caleg new comer yakni AA Istri Paramita Dewi, Dapil Denpasar dengan perolehan 23.203 suara. Politisi PDIP ini merupakan putri dari anggota DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya yang hingga saat ini masih aktif sampai berakhirnya masa jabatan periode 2024.
Selain PDIP yang mendominasi perolehan kursi di DPRD Bali pada periode 2024 ini, ada tiga partai politik yang mewakil perempuan akan duduk di kursi DPRD Bali periode lima tahun kedepan. Ketiga caleg yang diprediksi lolos yakni, mantan Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri dengan perolehan 25.868 suara.
Partai Golkar Karangasem yang diwakili caleg incumbent Putu Yuli Artini memperoleh 20.003 suara. Politisi Golkar yang juga putri mantan Bupati Karangasem Wayan Geredeg sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Bali dan pada periode 2024-2029 merupakan periode ketiga kalinya lolos mewakili caleg perempuan partai Golkar.
Sementara caleg incumbent yang juga diprediksi lolos ke DPRD Bali periode 2024-2029 ini dari partai PSI Dapil Denpasar, Grace Anastasia Surya Widjaya dengan 8.649 suara. Saat dikonfirmasi via telpon, Grace Anastasia mengatakan, dalam perhelatan pemilu 2024 ini, setidaknya telah memiliki pengalaman pada Pemilu 2019 lalu dan terpilih sebagai wakil rakyat dari Dapil Denpasar.
Selama bekerja sebagai wakil rakyat, Grace Anastasi ini menyampaikan, aspirasi masyarakat yang dikawal bukan saja dari Dapil Denpasar melainkan memperjuangkan semua aspirasi masyarakat dari semua kabupaten kota di Bali. Dia mengakui, Denpasar sebagai ibukotanya provinsi, penduduk yang tinggal di Denpasar bukan hanya dari warga kota saja melainkan dari semua kabupaten kota di Bali juga ada tinggal di Denpasar.
Politisi PSI dari warga Thionghoa ini mengatakan, pertarungan di Denpasar diakui cukup berat apalagi pesaingnya dari partai besar dengan modal yang besar pula. Apalagi pada pemilu 2019, sebagai orang yang sangat awam dalam percaturan politik pada wilayah Denpasar.
Para caleg yang dilawan sebagian besar merupakan caleg incumbent, semua petarung murni dan sudah duduk di DPRD Bali dua periode hingga tiga periode. Namun, semua tantangan dalam pertarungan politik saat itu bisa dilewati dan terpilih sebagai wakil rakyat.
Grace menyebutkan kalau berbicara perolehan suara 2024 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Pemilu 2019. Suara pribadinya mencapai 4.315 suara dan suara keseluruhan termasuk suara partai 2019 mencapai 19.535 suara. Dalam pertarungan pada 14 Pebruari 2024 lalu, suaranya mengalami peningkatan dua kali lipat.
“Tahun 2024 suara pribadi saya 8.649 suara dan suara keseluruhan 24.300 suara, meningkat dua kali lipat,”jelasnya.
Meningkatnya perolehan suara tersebut, tentunya tidak lepas dari apa yang telah diperbuat ditengah-tengah masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat dirinya tidak hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat di Denpasar saja. Kalau ada permasalahan atau aduan dari wilayah luar Denpasar, Grace mengakui selalu membantu untuk memfasilitasi. Contoh, masalah jalan rusak, lampu penerangan jalan yang mati, dia selalu fasilitasi dan menjembatani serta mengkomunikasikannya dengan dinas terkait dan membuahkan hasil.
“Puji Tuhan, bersama teman-teman pengurus PSI dan team kerja Rumah Solusi, Saya bisa menyesuaikan dan menikmati bekerja untuk rakyat. Saya dipilih warga Denpasar sebagai pembantunya warga Bali dan Puji Tuhan, tahun ini dipercaya kembali oleh rakyat,”katanya.
Sebagai politisi perempuan, pihaknya sangat berharap kedepannya semakin banyak keterwakilan perempuan di DPRD Bali. Dengan demikian suara warga dari kalangan ibu-ibu dan anak serta remaja dapat lebih diperhatikan. Namun bukan berarti kaum pria tidak mendapat perhatian.
“Adanya keterwakilan perempuan kami merasakan sendiri apa yang menjadi keinginan dari para ibu,”pungkasnya. (arn/jon)








