
DENPASAR- Sebanyak 10 chef Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Bali) turut serta membimbing Ratusan Warga Serangan Denpasar melakukan pelatihan memasak menu olahan lokal khas Serangan selama lima hari di Kampus setempat.
Diantaranya mereka diajarkan memasak pepes, sup hingga memasak bulung boni yang merupakan kuliner khas Serangan. Sebagian besar warga yang berprofesi menjual Ikan bakar mengaku senang dan antusias mengikuti pelatihan. Pasalnya selama ini, mereka hanya memasak secara otodidak tanpa menghitung berdasarkan resep menu yang tepat.
Nyoman Armini sekitar 15 tahun berjualan aneka menu khas lokal mengaku mendapatkan hal baru dalam memasak. Ia selama ini hanya belajar secara otodidak dan menggunakan resep warisan leluhur. “Dengan pelatihan ini saya dapat ilmu baru, bagaimana menjaga rasa, kebersihan dan cara menyajikan makanan yang menarik, dan semuanya ditakar,” kata Armini di sela-sela pelatihan, Kamis (14/12/2023).
Lebih lanjut ia menuturkan, sejak tahun 2010 dan menjual berbagai makanan olahan seafood dengan bumbu yang diwarisi orang Tuanya. “Selama ini pelanggannya kebanyakan lokal, mudah-mudahan setelah pelatihan ini bisa menambah konsumen luar, apalagi ada dukungan pemerintah,” harap perempuan asal Banjar Kaja, Kelurahan Serangan ini.
Pelaksanaan pelatihan ini digelar untuk persiapan pembukaan sentra kuliner seafood Desa Wisata Serangan pada 2024 mendatang. Kegiatan ini digelar Dinas Pariwisata Kota Denpasar bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS dan IPB Internasional yang digelar di Kampus IPBI Denpasar.
Salah seorang instruktur masak, Anak Agung Istri Ari Parwati menuturkan, penekanan pelatihan khusus untuk kebersihan dan cara pengolahan yang sehat.
“Misal bagaimana membuat kaldu agar tidak perlu menggunakan perasa buatan lagi,” kata Koordinator Kitchen Kecak IPB Internasional.
Bahan-bahan yang digunakan semuanya merupakan asli dari Serangan dan mudah dicari seperti bulung buni, buah bakau, hingga ikan kerapu. Ia menambahkan, ada 5 jenis hidangan yang dibuat yakni pepes, ikan goreng, ikan bakar, olahan bulung dan sup.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana mengatakan, ada 200 peserta yang ikut pelatihan ini.
Mereka dibagi ke dalam dua sesi dengan peserta 100 orang per sesi. “Ini kegiatan untuk persiapan dibangunnya kampung kuliner seafood. Target kami bisa menjadi kampung kuliner terbaik nasional,” katanya. Untuk promosi, pihaknya akan mempersiapkan konten promosi di media sosial.
Sebelumnya , Kepala Kantor Persiapan PRP dan Hubungan Lembaga LPS, Hermawan Setyo Wibowo mengatakan selama ini seafood di Serangan sangat dikenal oleh masyarakat.
Akan tetapi, belum banyak dikenal oleh wisatawan sehingga perlu dilakukan pengembangan yang lebih serius. Pihaknya mengaku, program CSR ini akan digelar berkelanjutan dan akan diberikan pendampingan.
“Ini bukan hanya one shoot, dan kami akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Pemkot Denpasar. Sebelumnya untuk revitalisasi Pura Sakenan dan Masjid Asy Syuhada sudah kami keluarkan sekitar Rp4 miliar. Dan pemeliharaannya harus dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga bukan hanya wisata kuliner tapi juga ada wisata religi yang bersejarah,” katanya. (sur)








