Denpasar

PHDI Kota Denpasar Akan Gelar Upacara Pawintenan, Menek Kelih, Sapu Leger Hingga  Metatah Massal

DENPASAR – Tak kurang 416 umat Hindu di Kota Denpasar telah mendaftar guna mengikuti acara Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal Tahun 2023 yang akan digelar oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) Kota Denpasar pada Sabtu (25/11/2023) mendatang. 

Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka didampingi Sekretaris PHDI Putu Aditama mengungkapkan minat umat Hindu mengikuti kegiatan cukup tinggi. “Terbukti sebanyak  416 umat telah mendaftar dan menjadi peserta pada upacara yang digelar sebagai wujud pelayanan PHDI Kota Denpasar bagi umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya,” jelas Arka kepada awak media di Denpasar Selasa (21/11/2023).

Dikatakan, bahwa upacara Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah merupakan yadnya yang menjadi kewajiban para orangtua sebagai bentuk kasih sayang kepada anak-anaknya. 

Dalam hal ini PHDI Kota Denpasar memfasilitasi upacara ini agar umat Hindu diringankan.  Pelaksanaan secara bersama-sama ini juga sebagai upaya menghapus stigma bahwa upacara dan yadnya di Bali menelan biaya besar dan cenderung dinilai menjadi beban bagi sebagian masyarakat yang belum paham makna yadnya.

BACA JUGA:  Pengembangan Subway Bali Masuk Tahap Penunjukan Mitra Strategis dan Pemimpin Konsorsium Investor

 “Sekaligus untuk memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong sebagai wujud spirit vasudhaiva kutumbakam, yang menjadi nilai luhur bagi keharmonisan dan perekat masyarakat Bali selama ini,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut  Made Arka menjelaskan bahwa acara akan diselenggarakan di Pura Lokananta Denpasar pada Sabtu tanggal 25 November 2023. “Para peserta diharapkan mengenakan busana sembahyang berupa pakaian putih kuning madya, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat,” ujar penekun beladiri ini. 

Sementara tata tertib yang wajib diikuti para peserta dan pendampingnya patut diperhatikan. “Kepatuhan para peserta mengikuti arahan acara dan tata tertib selama pelaksanaan akan memperlancar jalannya acara,”ujar dosen pariwisata ini. 

Sekretaris PHDI I Putu Aditama menambahkan bahwa acara ini akan dipuput oleh tujuh pinandita yang berasal dari berbagai soroh dan pasemetonan di Bali. “Keberadaan para Pinandita dari berbagai soroh ini diharapkan akan memberikan nilai sakral dan keberagaman pada acara ini,” jelas aktivis mahasiswa Hindu ini. 

BACA JUGA:  RSBM Menuju Standar Internasional Tahun 2025, Bali Canangkan Posisi Baru dalam Wisata Kesehatan

Ia menuturkan, dalam rangkaian acara juga akan diisi beragam pagelaran seni budaya yang terkait upacara. “Seperti wayang sapu leger, bondres dan tari-tarian lainnya,” jelasnya.

Terkait dana pelaksanaan acara berasal dari punia peserta dan sumbangan dari para donatur yang peduli pada kegiatan keumatan yang digelar PHDI Kota Denpasar ini. “Para peserta berpunia seikhlasnya yang menjadi yadnya bagi anak yang diupacarai dan besarannya tidak ditentukan,” ujarnya. 

Selebihnya, pendanaan acara berasal dari para donatur dan punia para Pengurus PHDI Kota Denpasar. Pihaknya telah membentuk panitia dan mempersiapkan berbagai sarana prasarana yang diperlukan. “Semoga acara berjalan lancar dan kegiatan ini dapat menjadi bentuk pelayanan PHDI Kota Denpasar bagi umat,” pungkasnya. (sur,dha)

Back to top button