
BULELENG – Dengan tagline ‘Tenang Rakyat Buleleng, Rumah Gibran menuju Gerakan Kebaikan Sudah di Sini (Buleleng,red)’, mantan Relawan Joko Widodo (Projo) Kabupaten Buleleng telah membuka pos koordinasi dan komunikasi (Posko) di Kabupaten Buleleng.
Tak hanya menjadi ruang untuk menyerap aspirasi, Rumah Gibran yang berlokasi pada areal Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Soenda Ketjil, Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Buleleng juga diharapkan mampu menggali spirit Soenda Ketjil untuk pemenangan pasangan Prabowo-Gibran.
“Hari ini, kami melaksanakan ritual upacara pemelaspas, menyiapkan Rumah Gibran Untuk Gerakan Kebaikan menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” tandas Antonius Sanjaya Kiabeni selaku Koordinator Lapangan Rumah Gibran untuk Gerakan Kebaikan Bali Utara, Rabu (1/11/2023).
Tanpa atribut partai, kata Anton, Rumah Gibran menuju Gerakan Kebaikan diharapkan mampu menggerakkan, mengakomodir aspirasi rakyat Bali, khususnya Buleleng untuk bersatu, berjuang agar program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jokowo-Ma’ruf Amin dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.
“Pembangunan infrastrutur dan yang terpenting adalah peletakan pondasi dasar pembangunan nasional yakni Pancasila sebagai satu-satunya idiologi bangsa, termasuk dalam tatanan pembangunan demokrasi yang sepatutnya tidak lagi mempertentangkan idiologi,” terangnya.
Rumah Gibran menuju Gerakan Kebaikan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat diharapkan mampu merubah mindset tentang kehidupan politik bangsa Indonesia.
Anton menegaskan dengan berpegang teguh dan pengejawantahan 4 konsensus berbangsa dan bernegara yakni Pancasila sebagai dasar dan idiologi bangsa, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, maka partai politik seharusnya tidak lagi mempertentangkan idiologi.
“Karena, sebenarnya tujuan dari berpolitik adalah bagaimana mewujudkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan sekedar berebut kekuasaan,” tegasnya.
Rumah Gibran yang dibangun berlandaskan idiologi Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang tidak membedakan agama, suku dan ras juga diharapkan mampu merubah mindset demokrasi untuk pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas tahun 2045.(kar/jon)








