
TABANAN – Pelaksanaan Pemilu serentak 14 Februari 2024 tidak menutup kemungkinan terjadi konflik termasuk adanya ketidakpuasan terhadap hasil penghitungan suara. Mencegah hal yang tidak diinginkan, Polres Tabanan berupaya melakukan antisipasi.
Terkait itu, Polres Tabanan melakukan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) bertempat di lapangan Hijau Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Rabu (27/9/2023). Simulasi melibatkan 330 personil ini untuk memastikan kesiapan seluruh personil Polres Tabanan dalam pengamanan Pemilu serentak 2024.
Kapolres Tabanan AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai persiapan menjelang pelaksanaan pemilu 2024. Kapolres menyampaikan, kehidupan demokrasi di Indonesia lebih memberikan ruang kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat dan berkumpul untuk menyampaikan pendapat yang dilindungi konstitusi serta diberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam roda pemerintahan berdasarkan UUD 1945.
Pemilu merupakan wujud keikutsertaan seluruh rakyat Indonesia dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Disamping itu Pemilu adalah sarana demokrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat dalam rangka membentuk sistem negara yang berkedaulatan rakyat.
“Mengingat arti penting dan strategisnya Pemilu bagi keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan dalam mencapai tujuan maka pada konteks inilah sebagai penanggung jawab keamanan khususnya aparat keamanan TNI – Polri dan instansi terkait lainnya yang ada di Kabupaten Tabanan untuk menjaga dan mengamankan menyelenggarakan pemilu serentak tahun 2024 secara langsung umum bebas dan rahasia,” tandasnya.
Saat ini jumlah TPS di Kabupaten Tabanan sudah ditetapkan sebanyak 1.545 TPS dengan jumlah DPT sebanyak 372.372 orang yang terdiri dari 183.119 orang pemilih laki-laki dan 189.253 orang pemilih perempuan serta jumlah partai peserta Pemilu sebanyak 16 partai dari total 17 partai yang ada di Kabupaten Tabanan dan saat ini juga sudah ditetapkan daftar calon sementara ( DCS ) sebanyak 268 orang yang terdiri dari 77 orang pada Dapil I, 53 orang pada Dapil II, 5 7 orang pada Dapil III, 8 1 orang pada Dapil IV.
“Inilah objek pengamanan kami pada pergelaran Pemilu serentak 2024. Tentunya ini bukanlah hal yang mudah harus ada sinergitas antara TNI – Polri dan unsur instansi terkait lainnya serta dari masyarakat untuk menciptakan pemilu yang aman dan damai,” tandasnya lagi.
Ada beberapa hal yang perlu menjadi atensi seperti yang kemungkinan menyebabkan konflik dan terjadi kerawanan dalam proses pengaman pemilu. Beberapa potensi Kerawanan di atas sejak ini jika antisipasi agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata yang dapat mengganggu jalannya Pemilu serentak tahun 2023 2024.
“Marilah kita jadikan simulasi sispam kota ini sebagai persiapan semua pihak untuk menyukseskan Pemilu serentak tahun 2023-2024 semoga tugas dan pengabdian yang telah kita abadikan menjadi amal dan ibadah kita dihadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ajaknya.
Pukul 09:20 wita dilaksanakan kegiatan simulasi Sispamkota dengan rangkaian sebagai berikut, diawal terjadi pemilihan umum dan pencoblosan di TPS, namun situasi masih kondusif dan personil melaksanakan patroli saja.
Dalam penghitungan surat suara di TPS dimana dinyatakan menang adalah Singa, Selanjutnya kotak suara dibawa ke KPU dan dilaksanakan sidang pleno dan para saat sidang pleno ternyata yang menang adalah orang lain (Rusa) Selanjutnya karena Singa dinyatakan kalah pada saat pleno di KPU kemudian pendukung Singa yang dinyatakan menang di TPS tidak terima dan protes dengan hasil sidang pleno KPU.
Massa pendukung Singa mendatangi KPU dan terjadi keributan selanjutnya datang dalmas awal dan situasi semakin memanas dan tetap masih terjadi keributan, Selanjutnya Kabag Ops koordinasi dengan Kapolres Tabanan karena situasi semakin memanas (Kuning) dan selanjutnya Kabag Ops dan kasat Sabhara mengerahkan dalmas lanjutan.
Selanjutnya dikerahkan Dalmas lanjutan dan Kapolres tabanan memberikan himbauan namun tetap tidak dihiraukan oleh pendukung Singa dan selanjutnya digunakan Penyiraman air dengan Mobil, Selanjutnya upaya polri dengan melakukan tembakan peringatan terhadap massa pengunjuk rasa dan kemudian dikerahkan Team Raimas Polres Tabanan dan massa membubarkan diri. (jon)








