
KLUNGKUNG – I Wayan Suparta seorang nelayan asal Desa Kusamba bersama sejumlah nelayan memberikan kode lampu kepada nahkoda kapal tangker yang melintasi perairan Selat Badung, Senin (25/9/2023). Namun kode lampu tidak membuahkan hasil alias gagal.
Kapal tangker itu terus melaju menerobos jaring milik nelayan. Akibatnya, nelayan yang sedang melaut merugi selain jaring juga nihil tangkapan. Para nelayan mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah.
I Wayan Suparta mengatakan, kejadian itu terjadi Senin (25/9/2023) pagi. Seperti biasanya, perairan Kusamba saat pagi ramai oleh aktivitas nelayan untuk mencari ikan.
“Ketika mencari ikan, kami kan pasang jaring. Saya lihat ada kapal datang dari arah barat,” ungkap Suparta, Senin (25/9/2023).
Suparta dan nelayan lainnya sudah mencoba memberikan tanda, dengan menghidupkan lampu. Namun kapal tangki yang kemungkinan mengangkut BBM itu tidak bisa menhindar, dan langsung menerjang banyak jaring nelayan.
“Jaringnya diterobos, robek dan rusak semua jaring saya,” keluh Suparta.
Suparta pulang dengan tangan hampa. Bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bukannya dapat tangkapan, justru jaring yang ia gunakan untuk mencari nafkah dengan menangkap ikan rusak diterjang kapal tangki.
“Nelayan semakin susah. Sudah sulit membeli bahan bakar, sekarang jaring rusak,” ungkap Suparta.
Ia meminta pihak terkait untuk memperhatikan hal ini. Terlebih semakin ramai lalu lalang kapal berukuran besar di Perairan Kusamba, yang sebenarnya manjadi kawasan nelayan untuk menangkap ikan.
“Dengan kerusakan jaring ini, saya rugi lebih dari tiga juta,” demikian Suparta. (yan)








