
DENPASAR – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran nomor 225/PHDI Bali/VII/2023 yang memuat dua poin terkait Penampahan Galungan bertepatan dengan Purnama Karo.
Keluarnya surat edaran itu menyusul adanya pesan berantai di WhatsApp yang menyebut Penampahan Galungan pada 1 Agustus 2023 bertepatan dengan Purnama tidak boleh mebat atau diistilahkan Jagal Mangsa.
Ketua PHDI Bali I Nyoman Kenak mengatakan, surat edaran ini untuk memberikan pemahaman kepada umat. Ia menegaskan pelaksanaan Penampahan Galungan berjalan seperti biasa.
Itu berdasarkan arahan dari paruman Pandita dan masukan dari Paruman Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali.
“Pelaksanaan seluruh rangkaian Hari Raya Galungan, khususnya hari Penampahan tetap dilaksanakan seperti biasa pada Selasa tanggal 1 Agustus 2023 atau dilaksanakan sesuai dengan dresta masing-masing disertai ngaturang banten untuk nyomya Ida Hyang Kala Tiga yang turun ke bumi pada hari itu, guna memohon keselamatan bagi umat manusia dan alam lingkungannya,” ,” kata Nyoman Kenak, Minggu (23/7/2023).
Saat Penampahan Galungan, umat tetap menghaturkan banten/persembahyangan hari Purnama seperti biasa.
“Purnama dirayakan seperti biasa, lakukan persembahan kehadapan Sanghyang Candra, dan Sanghyang Ketu sebagai Dewa kecemerlangan untuk memohon kesempurnaan dan cahaya suci dari Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam berbagai wujud Ista Dewata,” jelasnya
“Dengan adanya surat edaran ini, kami mohon umat Hindu bisa mencermatinya sehingga tak terjadi kesimpangsiuran,” tandasnya. (sur)








