
KUTA – Wanita asal Indonesia berinisial APS (33) menjadi korban penganiayaan dilakukan bule Australia, Drew Donald Ireland (29). Pelaku kini mendekam di tahanan Polsek Kuta.
Penganiayaan itu terjadi di kamar 39 Kadin Inn Hotel, Jalan Popies, Kuta, Badung, Minggu (4/6/2023). Pelaku juga mengancam memutilasi APS. Tak terima dengan perlakukan kasar Drew Donald, korban melapor ke Polsek Kuta.
Kasus tersebut dibeberkan Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pemungkas di Polsek Kuta, Selasa (6/6/2023). Perwira melati tiga di pundak ini juga memperlihatkan barang bukti milik tersangka berupa senjata laras panjang dan pistol airsoft gun.
“Pelaku dan korban ini statusnya pacaran. Mereka kenal lima minggu sebelum kejadian lewat aplikasi Tinder kemudian bertemu di Beachwalk,”ujar Kombes Bambang Yugo Pemungkas didampingi Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Sugito.
Kasusnya berawal ketika korban dijemput oleh pelaku di Pantai Seminyak sekitar pukul 17.30 WITA. Sebelum menuju hotel, mereka mampir di Bali Permai, Jalan Raya Kuta Nomor 104, Kuta untuk mengambil senjata laras panjang.
Setibanya di kamar hotel, APS meminta kepada Drew agar mengembalikan uang yang dipinjamnya Rp1,5 juta.
“Tapi, pelaku merasa tidak pernah meminjam uang. Dia pun marah-marah hingga terjadi cekcok. Saat itu, pelaku diduga dalam pengaruh minuman beralkohol,”ungkap Kombes Bambang Yugo Pemungkas.
Drew mendorong wanita asal Makassar, Sulawesi Selatan tersebut, hingga kepala belakangnya membentur tembok. Kemudian, pria asal Negeri Kangguru itu kembali mendorong kekasihnya dan keduanya pun terjatuh.
Belum cukup sampai disitu, pelaku yang posisinya berada di atas korban melayangkan pukulan sembari mengancam memutilasi APS.
“Pengakuannya mengancam memutilasi korban hanya spontan karena pelaku temperamental,”tegas ujar mantan Kapolres Sukoharjo ini.
Penganiayaan itu mengakibatkan kepala APS luka dan benjol, luka robek pada dahi, serta bahu kiri lebam.
Sesaat sebelum polisi tiba di TKP seusai menerima laporan, Drew melarikan diri. Namun, ia akhirnya ditangkap di Jalan Popies 1 Kuta. Di kamar hotelnya, ditemukan tiga airsoft gun laras panjang, dua pistol airsoft gun, dua pisau, dua tongkat besi, serta helm untuk bertempur.
Kapolresta menambahkan, saat pelaku hendak diperiksa sempat mengamuk hingga merusak beberapa inventaris Polsek.
“Versi korban, pelaku gampang marah dan sering mengomsumsi obat penenang,” imbuhnya.
Di pemeriksaan, Drew mengaku pernah mencuri pakaian dan senter listrik di beberapa tempat, seperti Beachwalk, toko di Legian dan Denpasar. Modusnya membeli sebuah barang dan menyelipkan barang lain. “Terkait pencurian ini masih kami dalami,”tandas Kapolresta.
Ngaku Anggota ASF Sedang Latihan Sniper
Sempat tersiar kabar Drew Donald Ireland merupakan mantan anggota militer di Australia. Namun, itu dibantah Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pemungkas.
“Dia tidak punya catatan sebagai anggota militer. Kami sudah berkoordinasi dengan Kosulat Australia dan setelah dicek pelaku bekerja sebagai teknisi swasta,”tegas Bambang Yugo Pemungkas.
Menariknya, Drew ke pacarnya justru mengaku sebagai anggota Australia Special Force (Pasukan Khusus Tentara Australia) yang sedang melakukan pelatihan di Military Base Renon sebagai tim sniper Indonesia. Korban percaya lantaran pelaku memiliki berbagai senapan.
“Penampilannya yang membawa senjata laras panjang dan helm tempur hanyalah kamuflase belaka. Kami masih mendalami darimana dia mendapat senjata,” tandasnya.
Menimpali Kapolresta, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Sugito menyebut Drew tiba di Bali pada 13 April 2023 dan perpanjangan sampai 11 Juni 2023.
“Dia mengantongi visa on arrival untuk berwisata,”ucap Sugito. (dum)








