
MANGUPURA- RSD Mangusada Badung, Senin (17/4/2023) ‘diserbu’ oleh ratusan bahkan ribuan guru honorer. Mereka mencari surat keterangan kesehatan, surat bebas narkoba serta kesehatan jiwa/psikologis, untuk kelengkapan pemberkasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dirut RSD Mangusada, dr. Wayan Darta yang dikonformasi, tak menyangkal adanya penumpukan para guru honorer yang mencari surat keterangan sehat dan bebas narkoba.
“Ya, di Badung ada pemberkasan PPPK sekitar 2000 orang,” terang Darta.
Darta menyatakan, RSD Mangsuda hanya bisa melayani sebanyak 500 orang per hari. Sehingga para guru diharapkan bersabar. Karena empat hari kedepan pasti semua akan terlayani.
“Kami bisa melayani 500 orang per hari, selama empat hari ke depannya sudah selesai. Jadi Kamis ini sudah selesai,” jelasnya.
Sementara ia juga mengakui semua berjalan sesuai harapan. Walaupun ada sedikit kendala dan juga para guru tidak mengetahui informasi tata cara pencarian surat keterangan, tetapi semua berjalan.
“Artinya ada saja kendala tapi semua sudah kami tangani,” ujarnya.
Sementara itu salah seorang guru honorer, Ni Kadek Diah Erliana Dewi mengungkapkan dirinya telah menganteri sejak pagi hari.
“Awalnya kami harus mencari nomor antrian. Setelah dipanggil dilakukan pemeriksaan. Hasilnya baru akan diberikan besok,”kata guru yang bertugas di SDN 2 Kapal ini.
Diungkapkannya, mereka yang mengurus surat keterangan sehat ini adalah guru honorer yang sudah lolos seleksi P3K.
“Batas waktu mengupload berkas ini tanggal 21 April 2023, makanya pesertanya mebludak,” imbuhnya.
Guru asal Sempidi ini mengaku tidak mengeluarkan biaya sama sekali lantaran menggunakan BPJS.
“Kalau menggunakan BPJS atau KBS gratis tapi harus mencari rujukan dulu. Kalau tidak ya harus bayar sekitar 500 ribu,” pungkasnya. (lit/jon)








