
DENPASAR – Raihan 5 medali emas menjadi incaran Pengprov MI Bali dalam pra-PON yang dilangsungkan pada 20-27 Agustus 2023 di Surabaya. Incaran target tersebut memang cukup tinggi dipancang karena tujuannya untuk memotivasi para fighter Bali agar bisa lolos PON 2024 semaksimal mungkin.
Seperti disebutkan Kabid Binpres Pengprov MI Bali Marcos, saat ini para atlet tengah digembleng sekaligus dipantau perkembangannya untuk menentukan tim definitif.
“Saat ini ada 46 atlet, untuk definitifnya berjumlah 25 yang turun di kelas tarung dan seni. Kemungkinan bulan Juni 2023 sudah tim definitif,” kata Marcos Manurung di Denpasar, Rabu (12/4/2023).
Ambisi tersebut didasari lantaran dari sisi aturan, fighter profesional diperbolehkan tampil di pra-PON maupun PON mendatang namun syaratnya fighter profesional itu inimal dua kali mengikuti ajang di tingkat provinsi seperti kejurda dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Kepastian ini bahkan langsung dari PB MI, sesuai aturan Internasional.
“Sekarang sudah mengacu ke Thailand. Bahkan di Thailand itu fighter profesional mereka mewakili negaranya di ajang seperti SEA Games sampai Olimpiade. Dan Indonesia sekarang mulai mengikuti aturan tersebut,” tambah Marcos Manurung yang juga promotor kejuaraan muaythai profesional itu.
Saat seleksi menuju tim definitif pra-PON lanjutnya, saat ini ada 3 fighter yang statusnya profesional di kelas tarung. Ketiganya adalah Jemmy Tobere di kelas 51 kg, Fahri Alamsyah 65 kg, dan Maruli Nainggolan di kelas 67 kg.
Namun kata Marcos, dari pantauannya ada beberapa fighter amatir yang levelnya sudah bisa mengimbangi atlet profesional.
“Dari pantauan kami ada 10 atlet amatir yang levelnya sudah bisa imbangi fighter pro itu. Jika dikalkulasikan dengan pro ada 13 potensi fighter yang berpeluang meraih medali emas maupun perak di pra-PON. Ini baru secara teori,” papar Marcos.
Nantinya pada 27 April 2023 mendatang, teori itu akan coba dibuktikan dalam ajang Kejurda Bupati Cup Klungkung yang mana fighter pantauan atau proyeksi pra-PON itu akan turut dilibatkan.
“Apakah teori itu benar, wajib harus dibuktikan. Bukan asal tentukan atlet,” imbuhnya.
Menyoal rival, Marcos Manurung menyebutkan 4 provinsi berpotensi menjadi saingan berat Bali seperti Aceh, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
“Saya tahu track record atlet empat provinsi itu karena sering ikut kejuaraan professional. Bahkan Jawa Barat, atletnya banyak tampil di kejuaraan kick boxing,” pungkas Marcos. (ari/jon)








