
KLUNGKUNG – Bergabungnya Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di tubuh PDIP menjadi amunisi tambahan menghadapi Pileg 2024. DPC PDIP Kabupaten Klungkung bertekad menyapu bersih jatah 3 kursi DPRD Bali untuk Dapil Klungkung.
Pada Pileg 2024, partai berlambang banteng moncong putih ini masih mengandalkan dua incumbent plus Suwirta dalam merebut tiga kursi DPRD Bali jatah Dapil Klungkung atau Dapil Bali 8. Dua inkamben Tjokorda Gde Agung serta Ni Luh Kadek Yustiawati bakal bersaing, bersama-sama berebut kursi DPRD Bali untuk PDIP Klungkung.
Ketua DPC PDIP Klungkung, Anak Agung Gde Anom dikonfirmasi, Rabu (8/3) menyatakan, dirinya masih memasang dan mengandalkan dua incumbent sebagai caleg pada Pileg 2024 untuk di DPRD Bali. Kekuatan dua inkamben kata Gung Anom sapaan akrab Anak Agung Gde Anom, bakal ditambah kekuatan basis massa yang dimiliki Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.
Suwirta sendiri juga bakal dipasang sebagai caleg DPRD Bali, karena yang bersangkutan bakal mengakhiri masa tugas sebagai bupati pada tahun ini.
“Kami punya kader-kader potensial, jadi masuk akal kalau kami memasang target sapu bersih jatah Dapil Klungkung (di DPRD Bali). Kalau hanya dua kursi, rugi kita punya Pak Nyoman (Suwirta),” kata Gung Anom.
Ketiga kader tersebut bakal menggarap potensi suara dari generasi X. Sedangkan untuk basis suara generasi Z dan Generasi milenial bakal digarap oleh Tjokorda Istri Agung Putri Gitaloka. Putri sulung dari Tjokorda Bagus Oka, salah satu tokoh Puri Agung Klungkung ini merupakan pendatang baru di kancah politik.
“Setiap segmen kita siapkan kader potensial agar bisa mengelola potensi yang ada,”imbuh Gung Anom.
Sementara Tjok Gita, panggilan akrab Tjokorda Istri Agung Putri Gitaloka meskipun pendatang baru di kancah politik, namun basicnya kenyang berorganisasi saat masih aktif di bangku kuliah.
Ia menyatakan terinspirasi dan bersemangat ketika diberikan kesempatan mengisi jatah kuota perempuan untuk menjadi caleg di DPRD Bali sebagai wakil Dapil Klungkung dari PDIP.
“Saya lihat ada kesempatan (maju ke DPRD Bali). Ajik (orang tua) mendukung langkah saya,” ucap Tjok Gita. (yan)








