
KUTA – Setelah diresmikan pada tahun 2014 silam, Dermaga Watununggul ternyata tidak termanfaatkan sebagaimana mestinya. Dermaga di pesisir Pantai Kedonganan itu hanya jadi tempat mancing, karena para nelayan tidak berani menggunakannya sebagai fasilitas bongkar muat.
Sekretaris Desa Adat Kedonganan, Made Sumerta tidak memungkiri hal tersebut. Kata dia, masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi untuk kemudian memaksimalkan pemanfaatannya. Di antaranya berupa penambahan dua breakwater.
“Sarana pendukung dermaga sangat diperlukan untuk membuat aktivitas bongkar muat dapat dilaksanakan di dermaga. Seperti breakwater, dinding karet, dan lainnya,” ungkapnya, Kamis (9/2/2023).
Menyadari itu, pihak desa adat katanya sempat berupaya mengusulkan penyempurnaan Dermaga Watununggul pada tahun 2020 silam. Namun sayang, tiga tahun berlalu, usulan kepada Pemerintah Pusat tersebut belum juga terealisasi.
Harapan serupa juga disampaikan oleh seorang pengelola tempat kuliner sekitar, yakni Made Wetra. Menurut dia, selain untuk menyempurnakan fungsi dermaga sebagai tempat bongkar muat, breakwater juga dibutuhkan guna mengantisipasi terjadinya abrasi Pantai Kedonganan.
“Kondisi dermaga memang perlu dimaksimalkan agar benar-benar bermanfaat secara fungsi,” singkatnya. (adi/jon)








