
KUTA – Penerbangan charter flight Shenzhen China tiba secara perdana di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (22/1/2023). Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT2648 tersebut mendarat pada pukul 10.40 Wita, dengan mengangkut 210 orang penumpang (191 dewasa, 17 anak, 2 infant).
Gubernur Bali I Wayan Koster yang turut menyambut datangnya penerbangan tersebut menyampaikan, kedatangan wisatawan dari Tiongkok merupakan satu capaian luar biasa. Dia berharap, itu sekaligus menjadi momentum bagi Bali untuk dapat mencapai target 4,5 juta kedatangan wisatawan mancanegara.
Hal senada disampaikan oleh General Manager Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan. Dia menyebut penerbangan pesawat dari China notabene merupakan suatu hal yang sangat ditunggu.
Bahkan ke depannya, China diharapkan dapat kembali menjadi penumpang terbanyak yang datang ke Pulau Dewata. Seperti halnya yang terjadi pada tahun beberapa tahun lalu, dimana China menempati posisi puncak kedatangan ke Bali.
Sementara itu, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Made Ayu Marthini membeberkan bahwa tahun 2023 ini penumpang dari China ditargetkan mencapai angka 280.000 orang. Namun dirinya meyakini, realisasinya nanti akan melebihi target dimaksud.
Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Sugito menuturkan bahwa seluruh penumpang charter flight dari Shenzhen China tersebut diberi izin masuk berupa Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK) atau Visa on Arrival (VoA).
Melalui datangnya penerbangan itu, diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Bali, sehingga memberi dampak positif terhadap pulihnya perekonomian masyarakat.
“Saat ini Kantor Imigrasi Ngurah Rai sedang menyiapkan 36 perangkat tambahan yang akan digunakan dalam proses pemeriksaan keimigrasian di Bandara Ngurah Rai. Perangkat tersebut akan diprioritaskan pada area kedatangan, guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang datang,” ungkapnya. (adi/jon)








