
DENPASAR – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan membuat suasana cair dalam perhelatan politik menjelang Pemilu Legislatif yang dihelat pada 14 Pebruari 2024 mendatang.
Bagaimana tidak, mengawali tahapan sosialisasi dengan seluruh partai politik di Bali, Ketua KPU Bali bersama jajarannya mengajak semua partai politik di Bali bersama eksekutif ‘Ngelawar Bareng’ di halaman Sekretariat KPU Bali, Rabu (28/12/2022).
Adonan masakan Bali yang dikenal dengan sebutan ‘Lawar’ ini tentunya melibatkan banyak orang dan racikan bumbu Bali yang lumayan banyak dengan peracik bumbu yang harus berpengalaman pula sehingga adonan lawar makanan khas Bali ini akan menjadi enak dan lezat.
Ketua KPU Bali Lidartawan mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dibalut dengan ngelawar bareng ini, merupakan idenya sendiri.
Mantan Ketua KPU Bangli ini memiliki alasan, bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah KPU Bali dalam mensosialisasikan kegiatan KPU yang dibalut dengan kearipan lokal.
Lidartawan mengibaratkan pesta demokrasi, Pemilu layaknya seperti orang membuat lawar dan melibatkan banyak orang, mulai dari memilih dan memilah bahan yang akan dipakai lawar, bumbu dan rempah termasuk daging yang dipakai.
Hal itu sama dengan kegiatan Pemilu yang tentunya juga melibatkan masyarakat banyak dan berpartisipasi aktif dalam perhelatan Pemilu.
Lidartawan mengatakan, ngelawar sebagai kearifan lokal di Bali, sudah biasa dan identik dengan pesta yang dibuat masyarakat Bali.
Orang yang membuat lawar pasti senang, karena banyak tahapan yang dikerjakan hingga hasilnya akan dinikmati bersama-sama.
Demikian juga dengan hajatan Pemilu, banyak tahapan yang harus dilalui dan semua tahapan itu harus berjalan baik hingga mewujudkan semua harapan masyarakat Bali yakni Pemilu berjalan aman dan damai.
“Dalam pesta demokrasi dirasa perlu dilakukan, mengingat pada Pemilu berunsur dari beda-beda partai dan beda warna. Misi boleh berbeda di masing-masing partai, tapi visi kita menjadi satu tujuan yakni mensejahterakan masyarakat,”ujarnya.
Diharapkannya perhelatan Pemilu yang dibuat sama-sama, bagus hasilnya sehingga pemimpin yang terpilih juga bagus sesuai harapan masyarakat.
“Sama halnya membuat lawar. Dibuat bersama-sama, dari berbagai macam orang untuk buat satu adonan dan mari dicicipi sama-sama juga,”katanya.
Lidartawan menambahkan, pada Pemilu membuat dengan sama-sama, pemungutan suaranya juga sama-sama, hingga hasilnya juga akan diterima bersama-sama.
“Kalau hasilnya diluar yang diharapkan, entah kurang garam atau tidak terlalu pedas, ya harus diterima. Semua kekurangan itu diperbaiki pada pesta berikutnya,” pintanya.
Sementara pada Pemilu tahun 2024 mendatang, KPU Bali memiliki dua target, yakni partisipasi pemilih sebanyak 83 persen.
Sedangkan target kedua adalah meminimalisir terjadinya pelanggaran-pelanggaran selama penyelenggaraan Pemilu berlangsung.
KPU memiliki dua target, pertama partisipaai pemilih sebanyak 83 persen. Sedangkan yang kedua tidak lagi ada sengketa. Karena sejak awal, semuanya sudah kerja bareng-bareng, seperti orang ngelawar terbuka semua, mencicipinya juga bareng.
“Harapan kami Pemilu di Provinsi Bali tidak ada sengketa, terlebih sampai ke MK karena sudah sama-sama,” pungkasnya. (arn/jon)








