
DENPASAR – Liga 1 Indonesia yang kini menggunakan sistim bubble yang digelar di Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta ditengah usainya putaran I menuju putaran II, nampaknya masih dinilai kurang ideal.Namun sisi lain tetap digelarnya Liga itu pasca tragedi Kanjuruhan juga dinilai positif.
Penilaian itu setidaknya diutarakan arsitek Bali United Stefao “Teco” Cugurra. Dan penilaian itu juga terlepas dari hasil skuad Serdadu Tridatu termasuk performa tim dari Eber Bessa dkk selama melakoni sistim bubble tersebut.
“Bubble? Sistem ini kami nilai memang tak ideal bagi semua tim, tapi kami tahu di liga ada masalah waktu itu, lebih bagus kami main meskipun tanpa suporter daripada kami tidak main sama sekali serta hanya berlatih saja,” kata Teco, Minggu (25/12/2022).
Selanjutnya apakah di putaran II akan dikembalikan ke sistim home away ? arsitek berpaspor Brasil itu mengaku masih belum memperoleh surat keputusan resmi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 2022/2023 soal format putaran kedua. Meski demikian Teco yakin Liga 1 kembali ke format semula dan Bali United bisa bermain bersama suporter lagi.
“Saya belum dapat surat edaran resmi hanya yang saya dengar sudah Kembali ke normal. Mudah-mudahan tahun depan sudah punya solusi buat main home-away. Suporter pastinya juga butuh hiburan namun stadion harus lebih aman, Mudah-mudahan tahun depan pasti lebih bagus dari tahun ini, pemain pasti lebih senang waktu ada suporter di lapangan bukan tanpa suporter,” harap Teco.
Manta arsitek Persija Jakarta itu mengaku masih menunggu jadwal dari PSSI untuk berlangsungnya putaran kedua guna menentukan waktu pemain berkumpul kembali setelah libur natal dan tahun baru.
“Sementara tim libur Natal. Untuk tahu sampai natal atau lebih kami masih tunggu jadwal dari PSSI buat atur waktu mengumpulkan pemain,” pungkas Teco. (ari/jon)








