
KUTA – Sejumlah tenda yang merupakan tempat relokasi sementara para pedagang Pasar Seni Kuta, menjadi korban amukan angin kencang. Tenda-tenda tersebut hancur berantakan hingga membuat para pedagang terpaksa tutup sementara.
Nengah Muliani, adalah seorang pekerja pada salah satu lapak bersangkutan. Dia memperkirakan, angin kencang terjadi pada Rabu (21/12/2022) malam hingga Kamis (22/12/2022) dini hari.
“Tentu saya kaget, soalnya pas sampai di sini tendanya ternyata sudah rusak. Mau tidak mau kami tutup sementara. Takutnya kalau barang dagangan kami gelar, nanti basah terkena hujan,” bebernya.
Selain Muliani, masih ada sejumlah pedagang lainnya yang mengalami nasib serupa. Agar tetap bisa berjualan, tidak sedikit di antara mereka yang terpaksa merogoh kocek sendiri untuk melakukan perbaikan.
Perhatian dari pihak desa adat, utamanya BUPDA Desa Adat Kuta menjadi hal yang sangat diharapkan. Utamanya mengenai relokasi kembali menuju gedung Pasar Seni Kuta yang telah dibangun ulang serangkaian proyek Penataan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta).
“Dahulu janjinya Desember sudah kembali kesana. Tapi dengar-dengar, katanya mundur ke bukan Maret. Semoga itu tidak benar,” singkat seorang pedagang lainnya yang enggan diwartakan namanya.
Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista yang kemudian dihubungi via ponsel, mengaku belum mengetahui adanya kejadian semacam itu. Dia menyebut akan segera berkoordinasi dengan BUPDA, untuk mengkomunikasikannya bersama rekanan.
“Jadi biar nanti dicek oleh BUPDA kami. Karena biasanya kalau ada yang seperti itu, langsung rekanan yang menyikapi. Seperti kemarin yang ada sempat roboh, sudah langsung diganti oleh pihak rekanan,” ucapnya.
Ditanya soal pemindahan para pedagang ke gedung baru, Wasista menyebut bahwa itu masih belum pasti. Namun kata dia, yang jelas itu akan dilakukan setelah proses serah terima dan upacara melaspas.
“Mudah-mudahan Januari nanti sudah bisa. Karena selesainya kan tanggal 26 Desember dan tentunya dilanjutkan dengan upacara melaspas,” pungkasnya. (adi/jon)








