
DENPASAR – Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama mendukung penuh keberadaan adat di Bali untuk terus diperkuat. Bahkan keberadat adat di Bali akan menjadi benteng utama dalam menjaga Bali dan menjadi filter masuknya budaya luar yang dibawa masuk ke Bali.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama seusai, Pasamuhan Agung Majelis Desa Adat di Gedung Wiswa Sabha Utama, kantor Gubernuran Renon Denpasar, Senin (12/12/2022).
Adi Wiryatama saat Pasamuhan Agung, tiba-tiba disuruh mewakili Gubernur Wayan Koster untuk membuka Pesamuhan Agung. Padahal Bapak Gubernur juga hadir disana.
“Beliau hadir dan menghormati, pesamuan tetapi pita suara beliau terganggu dan suara lagi serak. Hal itu dikarenakan datang dari Paris, suhu disana sampai 0 (nol) derajat. ” Beliau kelelahan tidak bisa ngomong, jadinya saya disuruh membuka Pesamuhan Agung Majelis Desa Adat,”ujarnya.
Adi Wiryatama mengatakan pada Bali era Baru, peran adat di Bali telah disepakati untuk terus diperkuat. Untuk itu, pihaknya berharap semua umat, semua warga baik di Bali maupun di Indonesia harus hidup rukun.
“Kalau dalam NKRI semua warga bisa hidup rukun tertib, Indonesia akan tertib. Bali dengan berbagai klen, Adat, semeton Pasek, Kesatria, Ida Bagus dan warga lainnya harus tertib dan rukun maka Bali aman. Kalau tidak rukun, semua akan menjadi kacau,”ujarnya.
Dalam kesempatan Adi Wiryatama juga menyampaikan adat sudah mendapat perhatian, dan kedepan bantuan pada desat adat juga akan terus ditingkatkan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Pernasalahan saat ini, keberadaan lembaga keuangan milik Desa Adat di Bali saat pendirian mendapat bantuan dari pemerintah mulai dari Rp2,5 juta, hingga Rp10 juta. Belakangan ini sejumlah pengurus LPD banyak ditimpa masalah akibat tataklola keuangan LPD tidak beres dan menjadi kasus hukum dan aparat hukum masuk di dalamnya.
Akibatnya, Mentri Keuangan Sri Mulyani kaget karena ada dana masuk ke kas negara yang berasal dari Bali sebagai pendapatan negara.
“Saya berharap kalau sekarang ada masalah aparat masuk, sampai-sampai Sri Mulyani Menkeu terkejut. Kenapa, ada uang dari Bali, ternyata uang adalah bantuan yang dihibahkan oleh pemerintah. Saya minta, kalau yang bermasalah pengelolanya, silahkan pengelolanya diproses . LPD sebagai aset adat jangan diutak atik dan biarkan aset adat itu tetap utuh,” pintanya.
Mantan Bupati Tabanan ini berharap, dengan kesuksesan pelaksanaan G20 di Bali, pariwisata Bali dipastikan akan terus bangkit dan ekonomi Bali akan terus bergerak lebih baik. Tentunya dengan harapan Bali tetap terjaga, aman dan nyaman untuk dikunjungi sehingga mata dunia akan tetap pada Bali untuk dikunjungi.
“Bali aman dan nyaman untuk dikunjungi dipastikan ekonomi Bali akan bangkit,” pungkasnya. (arn/jon)








