
DENPASAR – Pariwisata di Bali saat ini terus menggeliat, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara sudah berdatangan ke Bali meskipun Pandemi Covid-19 belum ditetapkan sebagai endemi.
Banyaknya wisatawan yang terus berdatangan ke Bali, terasa ekonomi Bali sudah bangkit meski tidak secara drastis peningkatannya.
Para pelaku pariwisata di Bali, selain Pandemi Covid-19 yang masih tetap ada, resesi global yang diprediksi terjadi ditahun 2023 sangat menghantui pelaku pariwisata. Resesi global ini dampaknya akan jauh lebih besar ketimbang Pandemi Covid-9 sehingga dikhawatirkan juga akan mengancam pariwisata Bali.
“Kalau benar terjadi resesi global, akan berdampak besar terhadap pariwisata Bali dan ini yabg harus diwaspadai dan disiapkan berbagai langkah dalam mengatasinya sehingga tidak terjadi keterpurukan ekonomi yang lebih parah seperti Pandemi Covid-19 yang dialami pariwisata Bali,”ujar salah seorang pelaku pariwisata Komang Noven Sigit Ari Susanto di Denpasar, Rabu (7/12/2022).
Menurutnya, hal yang paling penting yang menjadi perhatian adalah mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi setiap wisatawan yang datang ke Bali. Jangan sampai terjadi kejadian yang memberikan pengaruh terhadap keamanan Bali. Seperti halnya yang terjadi diluar Bali yang membuat keamanan terganggu.
Menurutnya kesuksesan penyelenggaraan KTT G20 di Bali jadikan modal besar menumbuhkan kepercayaan pada dunia internasional, pariwisata Bali tetap bisa berjalan meskipun dikhawatirkan Tahun 2023 akan terjadi resesi global.
“Seandainya terjadi resesi global, mudah-mudahan industri pariwisata tetap jalan, mengingat keamanan dan kenyamanan kita di Bali masih sangat bagus di mata dunia,”katanya.
Noven Sigit yang juga Bendahara DPD Partai Hanura Bali ini menambahkan, bagaimanapun kejadian yang ada di dunia khususnya pandemi Covid-19 mereka perlu liburan. Momentum pasca terselenggaranya KTT G20 di Bali sangat membantu pelaku pariwisata.
“Kami sangat yakin setelah G20 sukses digelar di Bali, wisatawan dari berbagai mancanegara di dunia akan terus berdatangan ke Bali dan Bali masih layak dikunjungi,”imbuhnya.
Meski demikian, politisi partai Hanura Bali ini berharap, masyarakat bersama pemerintah bersatu padu menjaga keamanan Bali dan TNI-Polri menjadi garda terdepan.
“Tugas kita bersama adalah tetap menjaga keamanan dan kenyamanan,” katanya.
Resesi global yang menghantui masih bisa disiasati oleh pemerintah dengan melakukan beberapa langkah strategis.Berbeda jauhpada situasi Pandemi Covid-19, dimana seluruh dunia terdampak secara psikologis, kesehatan maupun ekonomi.
“Kalau resesi ini, setidaknya mereka (wisatawan,red) tentu masih ada memiliki simpanan. Mereka bisa tetap berlibur ke Bali meski dengan mencari akomodasi yang sesuai budjet mereka,”ujarnya.
Sementara dari dunia pariwisata, Sigit berpendapat akan selalu berpikiran bagaimana bisa survive dan menarik kedatangan wisatawan ke Bali. Salah satunya menawarkan paket tour yang lebih hemat, ataupun paket-paket lainnya.
Menurutnya tidak apa-apa meskipun dapat hasil yang sedikit, tetapi berdampak dengan waktu yang panjang.
“Kita harus banyak belajar dari pandemi kemarin. Kalau saya pribadi tentu sangat percaya dan yakin pemerintah pasti akan melakukan terobosan atau langkah bagaimana Bali ini bisa menjadi tujuan pariwisata, seandainya resesi terjadi,”pungkasnya. (arn/jon)








