
KUTA – Rencana penataan Simpang Patung Satria Gatotkaca menjadi bahan pakrimik masyarakat Tuban. Pasalnya, bertahun-tahun berlalu, hingga kini belum juga tereksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung.
Obrolan tersebut pun sempat terdengar saat gelaran upacara Nangluk Mrana yang berpusat pada persimpangan akses utama Bandara I Gusti Ngurah Rai tersebut. Mereka bertanya-tanya, kapan Catus Pata Desa Adat Tuban akan tersentuh penataan.
Sekretaris Desa Adat Tuban, I Gede Agus Suyasa yang kemudian dikonfirmasi, tidak memungkiri kemunculan pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Karenanya, dia pun berharap agar itu segera memperoleh kepastian.
“Harapan kami sebagai masyarakat, paling tidak itu bisa terbangun di tahun 2023,” singkatnya.
Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra mengungkapkan bahwa dirinya masih mempercayakan itu kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Karena diyakini, Bupati Giri adalah sosok pemimpin yang tidak ingkar janji.
“Sebelum habis masa jabatan Pak Giri, saya yakin itu akan terealisasi. Jadi kami harap masyarakat bisa lebih bersabar,” ungkapnya.
Dibenarkan dia, penataan Catus Pata Desa Adat Tuban yang dahulunya diusulkan melalui Fraksi Demokrat dalam Sidang Paripurna DPRD Badung, sesungguhnya sudah ditindaklanjuti pihak eksekutif. Bahkan pada tahun 2018, sudah keluar DED berkenaan dengan hal tersebut.
“Namun mungkin karena terkendala anggaran akibat pandemi Covid-19, jadi itu masih belum dapat direalisasikan. Tapi sekarang, oleh pariwisata yang sudah mulai bangkit, saya yakin Pak Bupati tidak akan melupakan janji itu dan segera merealisasikannya. Paling tidak pada tahun 2023 nanti, sebelum masa jabatan beliau berakhir,” pungkasnya. (adi/jon)








