
BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB) menobatkan Gubernur Bali, Wayan Koster menjadi pembicara utama dalam Studium Generale dengan topik ‘Kontribusi Sains (Matematika) dan Pengaruhnya pada Cara Pandang Kebijakan Publik di Era 4.0 pada, Rabu (30/11/2022) di Aula Barat ITB, Bandung.
Studium Generale dibuka secara resmi Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D, dan dihadiri oleh Pimpinan, Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, hingga Mahasiswa Institut
Teknologi Bandung, serta diikuti secara virtual.
Gubernur Bali, Wayan Koster yang merupakan alumni ITB lulusan tahun 1987 Jurusan Pendidikan Matematika dalam pidatonya menyatakan di dalam menjalankan kepemimpinan memerlukan landasan berpikir matematis untuk merumuskan kebijakan dan program dengan cara berpikir kritis, analitis dan sistematis, kemudian memiliki kemampuan pemecahan masalah (problem solving skill) dan berkomunikasi secara efektif.
Bali yang memiliki luas wilayah 5646 km2 dengan jumlah penduduk 4,36 juta jiwa, serta memiliki 9 Kabupaten/Kota, 57 Kecamatan, 636 Desa, 80 Kelurahan, dan 1493 Desa berbagai Adat tercatat mempunyai masalah dan tantangan di dalam membangun Bali pada bidang.
Alam Bali yang mencakup masalah Pertanian, Subak Masalah Air dan Sumber Mata Air seperti: Laut, Danau, Sungai, Air Terjun, Mata Air Kelebutan, Sumber lainnya, dan masalah lingkungan.
Manusia Bali, yang terdiri dari adanya perubahan secara mendasar dari segi cara berpikir, sikap dan perilaku kehidupan baik secara individu, maupun kolektif. Cara berpikir, sikap dan perilaku yang cenderung pragmatis, konsumtif, Degradasi moralitas. Melemahnya kohesi sosial di masyarakat. Menurunnya kecintaan terhadap nilai-nilai adat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal dan melemahnya kohesi sosial di masyarakat;
Kebudayaan, yang mencakup Adat-istiadat, Tradisi, Seni dan Budaya terus mengalami kemunduran seperti:jumlah dan kualitas, kelembagaan, sarana prasarana, sumber daya manusia, sistem nilai, dan pranata budaya. Selanjutnya masalah pembangunan kebudayaan Bali, yang meliputi: pelindungan, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan.
Hingga pembangunan secara komprehensif dari hulu sampai ke hilir, dimana potensi besar yang dimiliki Bali belum diberdayakan secara optimal atau masih jauh dari harapan.
Untuk menangani masalah tersebut, maka Pembangunan Daerah Bali dijalankan dengan visi, Nangun Sat Kerthi Loka Bali
melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna: Menjaga Kesucian dan
Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, Untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali Yang Sejahtera dan Bahagia, Skala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali.
Sesuai Dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.
Menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali dilandasi nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia, meliputi : 1) Atma Kerthi; 2) Segara Kerthi; 3) Danu Kerthi; 4) Wana Kerthi; 5) Jana Kerthi; dan 6) Jagat Kerthi.
Pembangunan Bali kemudian dijalankan dengan Lima Program Prioritas dan Program Pendukung dari hulu sampai hilir yang dituangkan dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana, yaitu : 1) Pangan, Sandang, Papan; 2) Pendidikan dan kesehatan; 3) Jaminan Sosial & Ketenagakerjaan; 4) Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya; dan 5) Pariwisata.
Landasan Hukum untuk menata pembangunan Bali secara fundamental dan komprehensif guna mengimplementasikan Visi,
Misi, Arah Kebijakan, dan Program Prioritas telah disusun, ditetapkan, dan diundangkan sebanyak 47 Peraturan yang terdiri dari, 20 Peraturan Daerah dan 27 Peraturan Gubernur. Prestasi Kinerja Pemerintah Provinsi Bali, secara keseluruhan, pencapaian prestasi kinerja Pemerintah Provinsi Bali sangat baik.
Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D dalam sambutannya memberikan apresiasi sekaligus ucapan terimakasih kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster yang telah hadir memberikan pengetahuan kepada kita semua dan mahasiswa dalam acara Studium Generale yang bertopik ‘Kontribusi Sains (Matematika) dan Pengaruhnya pada Cara Pandang Kebijakan Publik di Era 4.0.
“Bapak Gubernur Bali ini adalah alumni ITB yang memiliki background matematika dan sekarang menjadi kebanggaan kita bersama, karena sangat sukses memimpin Provinsi Bali, bahkan berhasil menyelenggarakan Presidensi G20 di Bali. Ini tugas tidak mudah, tapi Bapak Gubernur Bali sukses menjalankannya, kami dari ITB memberikan ucapan terimakasih kepada Bapak Wayan Koster yang telah membawa wajah reputasi Indonesia di mata dunia. Semoga melalui acara ini, adik – adik mahasiswa ITB dapat meningkatkan kebermanfaatannya untuk bisa berkarya semaksimal mungkin kepada bangsa Indonesia,” tutupnya.
Mengakhiri acara Studium Generale, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D menandatangani nota kesepahaman kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan cinderamata Kain Tenun Endek Bali yang disambut apresiasi tepuk tangan oleh ratusan mahasiswa ITB. (arn/jon)








