
KUTA – Kontrobusi UMKM dalam ekspor masih terbilang rendah, yakni hanya 5 persen dari total nilai ekspor di Indonesia. Dipandang perlu adanya langkah peningkatan pemahaman, agar UMKM tidak hanya berkutat di pasar lokal dan domestik melainkan go global.
Demikian seperti disampaikan oleh Head of Products & Solutions dan Sponsor Program Pemberdayaan Perempuan PT Visa Worldwide Indonesia, Dessy Masri.
“Produk UMKM Indonesia, potensinya sangat luar biasa untuk menembus pasar ekspor. Namun masih banyak yang belum tahu proses dan tata caranya,” sebutnya ditemui dalam gelaran acara #ibuberbagibijak Expo 2022 Talkshow bertema ‘Bangkit Bersama UMKM Perempuan Indonesia’, di Park 23, Sabtu (29/10/2022) lalu.
Hal itupun tidak dipungkiri adanya oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DiskopUKMP) Badung, I Made Widiana. Namun dia memastikan, pihaknya tidak akan tinggal diam kaitan dengan hal tersebut.
Selain mendorong peningkatan kualitas produk, Widiana menyebut bahwa DiskopUKMP Badung juga bergerak untuk menambah pemahaman pelaku UMKM terhadap ekspor. Salah satunya melalui jalinan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan kargo.
“Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan kargo untuk memberikan literasi kepada pelaku UMKM di Badung dalam meningkatkan kualitas produk mereka agar bisa go global. Termasuk dalam hal packaging dan seperti apa proses pengirimannya,” akunya.
Bukan hanya itu, DiskopUKMP Badung katanya juga menggandeng BPOM. Mengingat produk yang akan diekspor, notabene harus memenuhi syarat BPOM.
“Di Badung memang masih kecil jumlah UMKM yang menembus pasar ekspor. Untuk itu, hal inilah yang perlu kita genjot,” pungkasnya. (adi/jon)








