
KUTA – Konvensi internasional tentang mutu dan produktivitas bertajuk International Quality and Productivity Convention (IQPC), kembali digelar di pulau dewata. Kali ini, kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan peserta dan pembicara yang mencapai angka 550 orang dari 10 negara.
Ketua Penyelenggara IQPC, Budihartono menuturkan, konvensi akan berlangsung selama 4 hari, 24 – 27 Oktober 2022. Acara yang dikoordinir Indonesian Quality and Productivity Management Association (IQPMA) atau Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktifitas Indonesia dan Wahana Kendali Mutu (WKM), yang didukung oleh Kementerian Perindustrian, Asian Productivity Organization (APO), dan Asia Pacific Quality Organization (APQO).
“Konvensi semacam ini, secara filosofis lebih merupakan ajang kompetisi dan sharing inovasi dari berbagai jenis usaha atau industri. Mulai dari fertilizer, farmasi, pertambangan, manufaktur, dan serta industri barang dan jasa lainnya,” bebernya.
Dalam pelaksanaannya, sambung dia, masing-masing tim akan unjuk kebolehan atas inovasi yang mereka ciptakan dan pengaruhnya terhadap mutu serta produktivitas atau kinerja. Mereka dinilai oleh juri yang kompeten dari dalam dan luar negeri, lalu diberi apresiasi.
“Salah satu keuntungan keikutsertaan dalam konvensi ini adalah masing-masing tim memiliki peluang untuk menguji sekaligus mengadopsi manakala ada inovasi yang layak dikembangkan bagi perusahaannya. Jadi sangat dimungkinkan terjadi cross knowledge opportunities,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Luar Negeri, Damayanti menambahkan, jumlah peserta dan pembicara pada konvensi tersebut mencapai anhka 550 orang. Itu terdiri dari 114 tim yang berasal dari 10 negara, seperti Thailand, Malaysia, Singapore, Fiji, Sri Lanka, Philippine, Russia, dan Amerika Serikat.
“Selain berkompetisi dan sharing inovasi, dalam konvensi ini juga akan dihadirkan para pakar manajemen maupun teknologi inovasi,” tambahnya.
Dtambahakan, kompetisi yang dalam gelarannya akan dibagi ke dalam empat stream atau kelompok besar tim presentasi. Masing-masing stream akan menampilkan sekitar 28-29 tim presentasi.
Pada bagian lain, President of IQPMA, Suradi menyampaikan, ajang semacam itu notabene sangat penting dan bermanfaat. Paling tidak, individu ataupun tim akan memperoleh kesempatan mempresentasikan karya unggulan masing-masing dalam sebuah ajang internasional.
“Ini sangat bermanfaat bagi para pimpinan manajemen perusahaan karena dapat membuka wawasan baru dalam menyikapi penerapan Sistem Manajemen Mutu Terpadu dan perkembangannya. Belum lagi dalam ajang seperti ini juga terbuka terjalinnya kerjasama internasional, minimal terjadi sharing pengalaman dan inovasi untuk meningkatkan mutu dan produktivitas perusahaan,” sebutnya.
Lebih lanjut, dia juga mengaku merasa sangat bersyukur kini pandemi Covid-19 telah berangsur normal. Karena itu pula pihaknya akhirnya dapat menyelenggarakan acara tersebut di Bali.
“Acara semacam ini secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan efek ekonomi bagi penyelenggara wisata, industri kecil, serta memperkenalkan adat dan budaya Bali yang memiliki daya magis bagi pariwisata internasional,” tambahnya.
Jika jumlah peserta resmi sekitar 550 orang, ditambah tim pendukung, maka paling tidak akan membantu meningkatkan tingkat hunian kamar hotel, persewaan kendaraan, kuliner, dan lain-lain. Belum lagi ada program kunjungan ke beberapa obyek wisata Bali.
“Diharapkan mereka akan belanja kerajinan maupun oleh-oleh khas Bali,” kata Suradi. (adi/jon)








