
BULELENG – Dengan menggandeng PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Singaraja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hijaukan sempadan sungai dan hutan lindung di Desa Panji Kecamatan Sukasada.
Tak hanya untuk konservasi dan rehabilitasi lingkungan, penanaman 1.000 bibit pohon lerak dan 350 bibit pohon durian melibatkan unsur dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Camat dan Forkompincam Sukasada, KPH Bali Utara, Pemdes dan warga masyarakat Desa Panji ini juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian desa.
“Sejalan dengan visi dan misi Pemprov Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita gandeng PT. PNM untuk menggerakkan seluruh komponen melakukan penyelamatan lingkungan wilayah prioritas seperti sungai, mata air, danau dan pantai,” ungkap Kepala DLH Buleleng Gede Melandrat usai evaluasi kegiatan penghijauan di Desa Panji Kecamatan Sukasada, Senin (24/10/2022).
Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng ini menandaskan dari hasil evaluasi pelaksanaan penghijauan yang dilakukan berkesinambungan sejak hari Jumat (21/10/2022), penyaluran program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa keuangan ini dinilai tepat dan bermanfaat.
“Tidak hanya pada upaya penyelamatan dan pelestarian lingkungan sesuai pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru, penyaluran program TJSL berupa penanaman 1.000 bibit pohon lerek yang memiliki manfaat sebagai bahan pencuci kain endek agar tidak cepat luntur juga sangat sesuai dengan topografi wilayah Desa Panji,” terangnya.
Penanaman pohon lerak sebagai salah satu pohon endemik di Desa Panji juga sangat mendukung pengembangan program UMKM, khususnya dalam produksi bahan pencuci kain endek yang sedang dikembangkan penggunaannya di Kabupaten Buleleng. (kar,dha)








