
DENPASAR – DPRD Bali terus mendorong Pemprov Bali untuk meningkatkan terus Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali. Hal itu dikarenakan peluang untuk meningkatkan PAD tersebut sangat besar.
Selain pendapatan dari pajak, juga berasal dari tata klola aset yang di miliki Pemprov Bali. Hendaknya Pemprov Bali tidak hanya menyewakan lahan atau menelantarkan aset lahan, melainkan dibangun sesuai trend kawasan.
“Melalui kajian yang matang, kita dari Fraksi Gabungan Partai Nasdem, PSI dan Hanura) aset Pemprov Bali bisa dibangun akomodasi pariwisata, perkantoran ataupun ruang bisnis bersama sehingga mampu memberi peningkatan nilai ekonomis dalam tata klola aset Pemprov serta memverikan kontribusi dalam peningkatan PAD selain pajak,” ujar anggota Fraksi Wayan Artha dari Partai Hanura DPRD Bali, Kamis (6/10/2022).
Politisi Hanura dari Dapil Buleleng ini menyebutkan, PAD yang bersumber dari pajak, Fraksi Gabungan juga melihat, potensinya masih sangat besarnya. Hal itu dikarenakan masjh banyak kendaraan plat luar Bali yang beroperasi di Bali dan selama ini banyak digunakan perusahaan nasional.
Wayan Artha mengatakan, kendaraan plat luar Bali berbulan-bulan bahkan bertahun tahun beroperasi menjalankan usaha di Bali, namun tidak memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD dari pajak kendaraan bermotor (PKB).
Wayan Artha menambahkan, potensi pendapatan lainnya, cukup banyak kegiatan bisnis yang tidak berkantor di Bali, namun menjalankan usaha dan mendapatkan nilai keekonomian di Bali. Pihaknya berharap kelompok ini juga harus menjadi objek agar bisa memberi kontribusi bagi Bali, karena mereka mendapatkan nilai keekonomian dari Bali.
“Jadi jangan semata-mata memanfaatkan Bali, sehingga terjadi capital flight ,” katanya.
Pendapatan pajak lainnya seperti pajak rokok juga diminta harus lebih ditingkatkan lagi. Artha mengatakan, selama ini masih banyak ditemukan bahwa banyak terjadi kebocoran pajak rokok. Hal itu dikarenakan masuknya rokok-rokok tanpa cukai ke Bali. Diharapkannya pemerintah Provinsi Bali terus melakukan pemetaan kantong-kantong rokok ilegal.
“Guna mendeteksi hal tersebut, kita menyarankan Sat Pol PP gencar melakukan razia-razia untuk menertibkan masuknya rokok tanpa cukai,”pungkasnya. (arn/jon)








