
DENPASAR – Komisi III DPRD Provinsi Bali dalam kegiatan insfeksi mendadak (Sidak) terhadap pembangunan gedung SMAN 11 Denpasar di Padangsambian Klod, Kamis (6/10/2022) menjadi catatan penting.
Diantaranya tembok railling pada lantai I dan lantai II dari standar dinilai kurang aman. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, saat memimpin langsung kegiatan sidak pembangunan gedung sekolah baru SMA Negeri 11 Denpasar.
Menurut Adhi Ardhana, proses pembangunan Gedung baru SMA Negeri 11 Denpasar ini sudah sesuai rencana. Namun terdapat beberapa catatan yang perlu diatasi dengan baik oleh pekerja, dalam menyelesaikan sekolah tersebut.
Politisi PDIP dari Puri Gerenceng Denpasar, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, menjelaskan, perencanaan tata ruang dan bangunan sekolah tersebut sangat baik. Ruang kelas besar, tinggi plafon juga bagus, desain finishing juga baik, mebel juga bagus.
Komisi III memberikan catatan dan beberapa hal penting semestinya harus dikoreksi. Dalam perencanaan dan penentuan bahan harus lebih memperhatikan keamanan dan kenyamanan.
“Komisi III mengamati standar tembok railing lantai dua dan tiga kurang dari standar aman 110 cm. Selain itu, kami juga temukan cat tembok dari lantai 100 cm, seharusnya menggunakan cat yang dasarnya minyak, hal itu bertujuan untuk mengurangi potensi tembok yang kotor,”ujarnya.
Adhi Ardhana mengatakan, pihak pemborong bangunan gedung sekolah SMAN 11 Denpasar, semestinya memperhatikan pembangunan struktur awal. Kalau sejak sudah diperhatikan, Adhi Ardhana memastikan tidak terjadi permasalahan dikemudian hari meskipun secara umum sudah cukup baik.
“Secara umum pembangunan gedung sekolah baru di Bali pada pemerintahan Gubernur Wayan Koster memiliki kualitas yang baik,” tegasnya.
Kegiatan sidak Komisi III DPRD Bali juga didampingi Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Kabid Pembinaan SMA Drs. Nyoman Ratmaja M.Pd. Diterima oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Denpasar I Ketut Suwita, S.Pd, M.Pd, dan Perbekel Padangsambian Klod Gede Wijaya, Saputra.
Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Denpasar mengharapkan, ada percepatan penyelesaian pembangunan gedung tersebut. Ketika pembangunan gedung sudah selesai, dipastikan sistem belajar mengajar menjadi lebih baik.
Selain pembangunan gedung, Kasek Ketut Suwita lebih memudahkan melakukan penataan sekolah dan lingkungan, meminta pembangunan Padmasana dan Tembok penyengker agar segera diselesaikan. Tak kalah pentingnya, pada sebelah timur gedung sekolah, masih ada tanah aset Pemprov diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah seperti lapangan dan kegiatan wirausaha sekolah.
“Kalau tembok penyengker bisa lebih cepat diselesaikan, siswa/siswi serta guru lebih gampang menata sekolah dan dari segi keamanan lebih terjamin,”pungkasnya. (arn/jon)








