
KARANGASEM – Pasca dibukanya pasar hewan di Kabupaten Karangasem, menyusul kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi melandai , membuat transaksi perekonomian di pasar hewan di bumi lahar kian menggeliat.
Tingginya nilai transaksi yang terjadi, membuat Bupati I Gede Dana sumringah. Ini terlihat saat orang nomor satu di Karangasem itu meninjau pasar hewan Bebandem, Kecamatan Bebandem, Senin (3/10/2022).
“Pasca dibuka, transaksi perekonomian di pasar hewan terus menggeliat. Sebelumnya nilai transaksi di pasar hewan Bebandem tercatat Rp297,4 juta. Sekarang transaksinya sudah tembus di kisaran Rp500 juta lebih,” ungkap Gede Dana.
Dijelaskan, transaksi sebanyak itu dilihat dari jumlah sapi yang masuk pasar sebanyak 140 ekor dan 74 ekor diantaranya laku terjual. Melihat tingginya nilai transaksi di pasar hewan tersebut, Bupati berharap nilai transaksi di pasar hewan terus mengalami peningkatan.
Pada kesempatan itu, Bupati Gede Dana juga menginstruksikan kepada Dinas Pertanian untuk membuat pos pengawasan kesehatan hewan di masing-masing pasar hewan. Itu dilakukan mengingat semakin meningkatnya aktivitas sejak pasar hewan dibuka.
“Saya minta Dinas Pertanian untuk menugaskan beberapa medik veteriner setiap pasaran hewan. Prosedur keamanan dan kesehatan hewan juga harus terus diperhatikan. Setiap kendaraan pengangkut hewan yang keluar masuk areal pasar harus disemprot cairan desinfektan. Intinya prosedur penanganan sapi jika ditemukan bergejala PMK harus dilaksanakan dengan baik sehingga tidak ada penyebaran kasus PMK lagi,” tegas Bupati Gede Dana. (wat,dha)








