
MANGUPURA- Dalam upaya menekan penyebaran penyakit rabies, Pemkab Badung membentuk Satgas Penanganan Rabies. Kawasan Kuta Selatan sebagai pusat pelaksanaan kegiatan G20 mendapat atensi khusus.
Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa mengatakan, pihaknya telah membentuk Satgas penanganan rabies guna mempercepat program tersebut.
“Untuk pencegahan rabies kami di Badung membentuk Satgas penanganan rabies. Kami juga meminta dilakukan pemetaan dan pendataan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, dan monyet dan mendata shelter-shelter yang membuat penampungan hewan ,” katanya.
Pencegahan rabies akan digencarkan menjelang G20, dimana difokuskan di wilayah Kuta Selatan dan objek-objek wisata yang menjadi venue dari perhelatan dunia tersebut. Pemdataan Ini akan melibatkan camat dan perangkat desa.
Ditemui terpisah, Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan Badung Gede Asrama pada Kamis (29/9/2022) mengakui, sempat ditemukan dua kasus gigitan hewan pembawa rabies di Kabupaten Badung. Kedua kasus tersebut berada di Kecamatan Kuta Selatan.
“Dulu ada satu kasus di Desa Kutuh Januari 2022, kemudian satu kasus Desa Ungasan di Februari. Tapi langsung kita respon, kita lakukan vaksinasi di seluruh Kuta Selatan, dan Astungkara, tidak ada lagi kasus rabies,” ucapnya.
Untuk pelaksanaan vaksinasi di Kuta Selatan kini capaiannya sekitar 10-13 ribu. Kemudian vaksinasi ini akan bergerak terus ke seluruh kecamatan di Gumi Keris dengan estimasi jumlah populasi anjing sekitar 80 ribu.
Meski sudah melakukan vaksinasi, Asrama menjelaskan, masih ada upaya yang harus dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para delegasi KTT G20.
Pihaknya akan meminta bantuan kepada penyayang binatang untuk memberikan tempat kepada anjing liar di shelter yang dimiliki. Kemudian ia juga menghimbau agar anjing yang sengaja diliarkan untuk sementara ditempatkan di dalam rumah.(lit/jon)








