
KUTSEL – Berbagai produk layanan jasa ratusan perusahaan dari 26 negara, dipamerkan dalam event Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2022, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Pameran yang dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) Kamis (22/9/2022), akan digelar hingga Sabtu (24/9/2022) nanti.
Wagub Cok Ace menyampaikan, penyelenggaraan FHTB sekaligus menjadi bukti bahwa Bali masih eksis, terus berkarya, berprestasi, serta mampu menampilkan kualitasnya. FHTB juga sekaligus menjadi ajang para chef berbagai belahan dunia. Untuk menunjukkan keahlian dalam menciptakan dan menyajikan berbagai jenis kuliner.
“Hal ini juga akan menjadi cemeti bagi para pelaku kuliner tanah air khususnya Bali, untuk meningkatkan kualitasnya, agar kuliner lokal bisa ikut mengambil bagian dalam event yang sangat bergensi ini,” ucapnya.
Dikatakannya, ekonomi Bali baru mulai pulih setelah dua tahun mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Karena itulah sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi Bali wajib untuk segera dibangkitkan bersama.
“Berbagai usaha promosi untuk menarik wisatawan datang ke Bali harus terus dilakukan. Karena dalam kondisi seperti sekarang ini, event pariwisata akan menjadi daya tarik yang sangat ampuh sebagai ajang promosi guna menarik banyak wisatawan untuk datang ke Bali,” ucapnya.
Menurut dia, kondisi Bali saat ini notabene sudah sangat mendukung untuk pelaksanaan event lokal, nasional, ataupun internasional. Mengingat angka kasus Covid-19 terbilang sudah sangat landai, dan Bali sudah masuk daerah dengan status Level 1. Hal tersebut tiada lain berkat berbagai usaha pencegahan yang telah dilakukan, mulai dari disiplin protokol kesehatan hingga vaksinasi.
“Hingga bulan September ini, untuk vaksin satu sudah mencapai di atas 106,17%, vaksin dua 96,41 persen, sedangkan vaksin tiga atau booster mencapai 73,76 persen,” bebernya.
Bukan hanya itu, pemerintah sendiri katanya telah membuat berbagai kebijakan yang mampu mempermudah wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Di antaranya seperti pemberian layanan Visa On Arrival kepada 75 negara. Bahkan untuk negara-negara ASEAN, itu diberikan keistimewaan berupa Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata maksimal 30 hari. Sejalan dengan itu pula, kini terhitung sudah ada 25 maskapai yang mendarat di Bali dari 20 kota di dunia.
“Dibukanya Bali untuk penerbangan internasional, merupakan momentum yang diharapkan bisa direspon maksimal dari para pelaku usaha pariwisata. Yakni untuk terus berbenah, baik dari segi pelayanan, kualitas daya tarik, maupun penyelenggaraan event-event menarik,” ucapnya.
Cok Ace mengingatkan, segenap masyarakat Bali untuk senantiasa disiplin menjalankan protokol kesehatan.
“Dalam upaya pemulihan pariwisata, Bali tidak boleh mengalami kegagalan. Karena itu akan berdampak kurang baik terhadap citra Bali di mata dunia,” tutupnya.
Sementara terpisah, Event Director FHTB 2022, Juanita Soerakoesoemah mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memberikan dukungan bagi kebangkitan industri F&B, perhotelan, dan pariwisata di Indonesia. Karena sangat disadari, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan.
“FHTB sebagai pameran dagang dua tahunan berskala internasional, telah menjadi platform terbaik dalam menghubungkan perusahaan peserta pameran sebagai penyedia produk dengan pembeli dari resor, jaringan hotel, restoran, dan importir terbaik di wilayahnya, sehingga dapat mendukung akselerasi dari pemulihan industri pariwisata nasional pasca pandemi global,” sebutnya mengenai event edisi ke-12 tahun itu.
Mengacu data BPS bulan Mei 2022, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai angka 212.330 orang. Dengan kata lain, terjadi peningkatan sebanyak 91,19% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pun demikian untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang. Yang pada bulan Mei 2022, tercatat mengalami peningkatan sebanyak 49,85%.
“Karena itulah maka FHTB ini menjadi momentum tepat para pelaku usaha untuk meningkatkan dan memperluas pasarnya,” imbuhnya.
Dibeberkan dia, ada beraneka produk dan layanan jasa dari perusahaan exhibitor yang dipamerkan selama FHTB 2022. Mulai dari ragam makanan dan minuman (F&B), peralatan dan layanan makanan, perhotelan, produk kopi, wine & spirit, retail, hingga layanan pengemasan.
Ragam produk dan layanan jasa tersebut dirasa dapat memenuhi kebutuhan dari pemilik usaha hotel, klub, restoran, distributor, retail maupun grosir, hingga operator tur. Tentunya untuk kemudian dapat memperluas peningkatan bisnis mereka secara global.
Adapun perusahaan yang bergabung sebagai exhibitor dalam FHTB 2022, antara lain Hatten Bali, Nano Logistic, McLewis, Health Today, ATEJA, Amardeep, Terry Palmer, Sensatia Botanical, Prambanan Kencana, Rotaryana Prima, Duta Abadi Primantara, Kurnia Mitra Duta Sentosa, Nespresso, Lotus Food Services, Pantja Artha Niaga, Multifortuna Sinardelta, Jaddi Internasional, Libra Food Service, Comextra, Unakaffe System, Tokusen Wagyu, Jaddi Internasional, Rasa Group, dan banyak lagi.
Bukan hanya pameran produk, FHTB 2022 juga menghadirkan berbagai kompetisi dan acara menarik atas dukungan berbagai asosiasi terkait. Di antaranya yakni 11th Salon Culinaire Bali oleh Bali Culinary Professionals (BCP); Barnation oleh Asosiasi Bartender Indonesia (ABI); Wine Masterclass oleh Indonesia Sommelier Association (ISA) Bali Chapter; Gelato Workshops oleh Lotus Food Services dan Carpigiani; serta Industry Seminar & FHTB TV Programme melalui kanal Youtube Food & Hospitality Series_ID. (*/adi/jon)








