
KUTSEL – Armada angkut sampah menjadi salah satu atensi di wilayah Kecamatan Kuta Selatan jelang pelaksanaan KTT G20. Pasalnya, tidak jarang ditemukan ada yang melintas tanpa berpenutup, dan menyebabkan muatan terbang berhamburan.
Menurut Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, di samping membahayakan para pengguna jalan lain, hal tersebut justru merusak citra wilayah. Tentunya oleh serakan sampah yang ditimbulkan.
Sebagai tindak lanjut, dia mengaku telah melakukan langkah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Tentunya agar bisa ditindaklanjuti, misalnya melalui pelayangan surat kepada penyedia jasa angkut sampah yang melintas di wilayah Kecamatan Kuta Selatan.
“Hal semacam itu masih ada di Kuta Selatan. Bahkah itu pernah kami lihat sendiri. Sampahnya beterbangan dan menebar bau tidak sedap,” ungkapnya, belum lama ini.
Pihaknya berharap, seluruh truk pengangkut sampah bisa dilengkapi dengan jaring ataupun terpal penutup. Sehingga tidak ada lagi sampah beterbangan di jalanan yang bersumber dari armada pengangkut sampah.
“Ini bukan hanya untuk menjaga citra kita di hadapan para delegasi G20. Melainkan ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan secara berkesinambungan,” tegasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, AA Gede Dalem menegaskan agar segera menginformasikan kepada pihaknya, jika menemukan ada truk bermuatan sampah yang melintas tanpa penutup.
Laporan dimaksud diharapkan bisa disertai dengan foto, sehingga pihaknya bisa segera memberikan teguran terhadap penyedia jasa bersangkutan.
Namun sebagai tindak lanjut, dia memastikan akan kembali menekankan hal tersebut kepada seluruh penyedia jasa, baik yang berada di bawah naungan swasta ataupun desa adat. Karena menurut dia, penggunaaan penutup merupakan bagian dari sebuah tanggung jawab moral. (adi/jon)








