
KUTA – Pusat Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi untuk 18 area perairan Indonesia. Peringatan tersebut berlaku dua hari, yakni pada Rabu (25/8/2022) dan Kamis (26/8/2022), dengan perkiraan potensi dari 2,5 hingga 4 meter.
Mengutip data pada website maritim.bmkg.go.id, gelombang dengan ketinggian yang demikian berpotensi terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Timur, Perairan Selatan Bali hingga Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba, Perairan Pulau Sawu hingga Kupang Pulau Rotte, Samudra Hindia Selatan Banten hingga NTT, Perairan Manui-Kendari, Perairan Wakatobi, Laut Banda, Perairan Selatan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru, dan Laut Arafuru.
Dikonfirmasi soal itu, seorang prakirawan Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Made Sudarma membenarkan bahwa gelombang tinggi salah satunya berpotensi terjadi di perairan selatan Bali. Bahkan kata dia, berdasarkan analisa yang telah dilakukan, potensi tersebut masih berpeluang terjadi hingga sepekan ke depan.
“Untuk tanggal 25 Agustus 2022 ini, ketinggian gelombang mencapai 3,5 meter. Pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2022, mengalami penurunan mencapai 2,5 meter. Kemudian tanggal 29 Agustus 2022, kembali naik lagi hingga maksimal mencapai 4 meter,” ungkapnya dihubungi Rabu (23/8/2022).
Menurut dia, tingginya gelombang tersebut merupakan sebuah siklus alami tahunan. Karena hal semacam itu biasa terjadi pada bulan Juli hingga September. Utamanya pada perairan selatan Bali seperti Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Lombok bagian selatan, hingga Samudera Hindia. (adi/jon)








