
DENPASAR – Menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 pada tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali terus melakukan terobosan yang inovatif. Selain masih terus berkomitmen meningkatkan partisipasi pemilih, KPU Bali mengubah beberapa gaya sosialisasi Pemilu seiring kemajuan teknologi dan informasi yang terus berkembang.
Bahkan, di masing-masing kabupaten kota KPU Bali, disetiap desa akan merekrut tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) perempuan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali. Dengan harapan satu TPS semua keanggotaan dari KPPS termasuk saksi dan petugas keamanan dari kaum perempuan.
Hal itu diungkapkan Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gde Lidartawan pada Media Gathering di Kubu Kopi, Denpasar Kamis (28/7/2022).
Pada kegiatan tersebut KPU Bali mengambil tema Kesiapan KPU Bali Menyongsong Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024. Dihadiri semua Komisioner KPU Bali beserta jajarannya, wartawan cetak, elektronik dan online.
Ketua KPU Bali Lidartawan mengatakan, pada kegiatan sosialisasi Pemilu serentak 2024, mulai meninggalkan pola-pola lama pada kegiatan sosialisasi. Sosialisasi akan lebih banyak dilakukan melalui media sosial (Medsos), seperti tiktok, instagram, facebook maupun media sosial lainnya.
“Sosialisasi melalui medsos ini akan lebih mudah ditangkap oleh pemilih milenial,”ujarnya.
Sementara terobosan baru dalam Pemilu serentak 2024, KPU Bali terus mendorong partisipasi pemilih perempuan. Sebagai bukti nyata memverikan perhatian lebih pada kaum perempuan, KPU Bali terus berupaya dan meminta kepada KPU Kabupaten kota di Bali di setiap desa, ada petugas TPS dari perempuan, mulai dari anggota KPPS, saksi, pengawas dan pengamanan juga perempuan.
“Pokoknya di satu TPS petugasnya semua perempuan dan kita yakini kerjanya akan lebih cepat,”katanya.
Pada pengalaman Pemilu lalu, salah satu TPS yang ada di wilayah Desa Panjer semua petugas TPS nya dari perempuan. Menggunakan tenaga dari sekee teruni dan mahasiswa.
“Pemilu 2019 lalu ada di Panjer, TPS-nya mantan anggota KPU Bali Udi Prayudi, semua petugas TPS perempuan dan hasilnya sangat bagus dan tidak ada masalah,”tegasnya.
Pihaknya berharap dalam perekrutan tenaga KPPS, tidak boleh ada intervensi dari pihakmanapun termasuk dari kepala desa. Perekrutannya murni sesuai aturan yang ada, seperti batasan umur dan setiap pelamar harus melengkapi hasil cek-up kesehatan. Setidaknya tidak ada mengidap penyakit bawaan yang beresiko terhadap pekerjaannya sebagai anggota KPPS seperti jantung.
Sementara sampai saat ini data pemilih pada Pemilu serentak 2024 mencapai 3.077.507 pemilih. Dari jumlah tersebut angka pemilih perempuan yakni 1.547.493 pemilih perempuan dan pemilih laki-laki mencapai 1.530.014 pemilih.
“Angka Pemilih perempuan lebih besar ketimbang laki-laki sehingga kita terus berupaya untuk mendorong anggota perempuan di TPS,”pintanya.
Sedangkan alokasi anggaran yang dianggarkan secara bertahap pada tahun 2022 ini yang sudah masuk mencapai Rp 2.094.882.000 yang akan dimanfaatkan pada perencanaan program dan anggaran, serta penyusunan peraturan pelaksanaan Pemilu.
“Anggaran untuk pendaftaran, verifikasi dan penetapan peserta pemilu sebesar Rp 600.952.000. (arn/jon)








