
TABANAN – Mutasi di lingkungan Pemkab Tabanan kini bukan sesuatu yang sakral lagi. Pasalnya, mutasi sering dilakukan seiring pengisian jabatan yang kosong khususnya eselon IIB setingkat Kadis dan Kaban. Seperti yang dilakukan, Selasa (5/7/2022), Bupati I Komang Gede Sanjaya melantik 3 pejabat eselon IIB yang merupakan hasil seleksi terbuka yang digelar beberapa waktu lalu. Namun ternyata satu jabatan Kabag yakni Kabag Ekonomi dibiarkan kosong.
Tiga pejabat eselon IIB yang dilantik Bupati yakni Kepala Dinas PUPRPKP Made Dedy Darmasaputra yang sebelumnya Sekretaris Bapedalitbang Tabanan. Direktur RSUD Tabanan dijabat dr Gede Sudiarta yang memang sudah dipersiapkan termasuk diangkat menjadi Plt. Satu jabatan eselon IIB lagi yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang kini diisi I Gusti Putu Ekayana. Menariknya posisi Kabag Ekonomi yang ditinggal Ekayana justru dibiarkan kosong. Padahal saat ini sedang ada seleksi untuk Dirut maupun Dewas Perumda Tirta Amertha Buana (PDAM) Tabanan.
Selain itu juga terjadi pergeseran maupun promosi untuk jabatan eselon IIIA. Sekretaris PUPRPKP I Gusti Agung Nyoman Oka Kamasan digeser menjadi Sekretaris DPMPTSP. Posisinya digantikan I ketut Sudarba yang sebelumnya auditor madya Inspektorat. Selain itu juga terjadi tukar guling jabatan. I Wayan Sudarya yang sebelum kabag Tata pemerintah berganti posisi dengan Ni Wayan Mariati yang menjabat sekretaris Satpol PP Tabanan. Satu orang naik dari eselon III B menjadi eselon III A yakni sekretrasi Bapedalitbang yakni IA Agung Windayani Kusumaharani yang sebelumnya menjabat salah satu Kabid.
Mutasi ataupun pergeseran juga terjadi pada eselon IVA termasuk dengan total sebanyak 27 orang dan lima pejabat fungsional diangkat menjadi Kepala UPTD Puskesmas.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik maupun yang diberikan penugasan sebagai Kepala Puskesmas. Momentum pelantikan ini, hendaknya dimaknai sebagai starting point untuk menambah semangat dan niat dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Tabanan serta membangun Tabanan kearah yang lebih baik.
Hal tersebut juga berkaitan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil yang mengamanatkan bahwa salah satu bentuk pengembangan karier PNS adalah promosi dan mutasi.
“Saya tegaskan kembali, pelaksanaan rotasi dan mutasi adalah hal yang wajar dan biasa. Mutasi dan rotasi adalah sebuah keharusan dalam mempercepat jalannya roda organisasi,” tegas Bupati Sanjaya.
Pihaknya juga mengingatkan, di era revolusi industri ini, perspektif kepemimpinan harus dirubah, bahwa tak hanya semakin memberdayakan teknologi yang ada, tetapi juga harus mampu mengevolusi pekerja agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada.
“Untuk itu para Pejabat yang dilantik saya harapkan untuk senantiasa mengamati dinamika dan perkembangan ASN di lingkungan kerjanya masing-masing. Ambil langkah-langkah strategis untuk menjadikan ASN kaum profesional yang cerdas dalam mewujudkan smart ASN. Ditandai dengan adaptasi teknologi agar pelayanan yang dilaksanakan menjadi cepat, akurat dan efektif,” sebutnya Bupati Sanjaya.
Tak lupa pihaknya juga mengingatkan hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan oleh seorang ASN, yakni memiliki karakter “ngayah” atau turun langsung ke lapangan memberikan pelayanan kepada masyarakat serta aktif membagun sinergi lintas sektor sebagai upaya untuk mengatasi sumber daya.
“Dengan melaksanakan hal-hal tersebut, niscaya saudara-saudara akan mampu menjadi bagian penting dalam membangun Tabanan Era Baru yang kita idamkan,” lanjutnya.(jon)








