
GIANYAR – Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan menggelar pameran lukisan di Indus Restoran, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Kabupaten Gianyar.
Ketua Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan, Ketut Sadia mengatakan, pameran yang digelar sampai 4 Juli mendatang menampilkan 30 karya seni lukis dari anak-anak kelas IV SD sampai SMA.
“Pameran ini diinisiasi oleh Puteri Indonesia Laksmi Shari De Neefe Suardana yang menaruh perhatian besar terhadap lukisan gaya Batuan. Dia bersama ibunya sempat beberapa kali melihat anak-anak latihan melukis,”ujar Ketut Sadia, Minggu (12/6/2022).
Ia mengungkapkan, Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan dibentuk pada tahun 2012. Berawal dari keprihatinan minimnya generasi penerus menggandrungi seni lukis yang menjadi warisan lelulur serta memiliki ciri khas.
“Akhirnya, kami membentuk wadah Perkumpulan Pelukis Baturulangun tahun 2012 dengan tujuan lukisan gaya Batuan eksis karena ini warisan dari leluhur kami,” ungkap Ketut Sadia.
Tiga tahun setelah terbentuk, pelukis kembali bergairah untuk berkarya dan ikut pameran. Namun, dalam perjalannya kegelisahan kembali menerpa.
“Kami khawatir dengan masa depan perkumpulan sehingga muncul inisiatif merekrut anak-anak. Awalnya, kita rekrut begitu saja agar ada yang melakoni, tapi ternyata jumlahnya menyusut dari hari ke hari karena teknik lukisan gaya Batuan ini agak rumit sehingga anak-anak cepat bosan,” bebernya.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya mencari cara bekerjasama dengan Pemerintah Desa Batuan dan empat SD.
“Akhirnya melukis dimasukkan dalam kurikulum. Nilai ekstra melukis masuk dalam nilai raport dan kerja sama ini berhasil. Sasarannya anak-anak kelas 3 sampai kelas 6 SD,” ucapnya.
Ketika itu ada sekitar 80 siswa SD yang ikut ekstra melukis dan dijadwalkan setiap Sabtu di sekolah dan Minggu di balai desa.
“Kini sudah berjalan hampir tujuh tahun. Anak-anak betah dan mencintai teknik yang kita ajarkan. Bahkan, mereka sangat bersemangat saat ini. Anak-anak yang lukisannya bagus mempengaruhi teman-temannya untuk ikut belajar melukis. Terlebih kini Lukisan Gaya Batuan sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia,”jelasnya. (jay)








