
BULELENG – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana buka turnament futsal antar pelajar SMA/SMK se-Bali yang digelar organisasi kepemudaan Singa Buleleng. Tak hanya spirit kebangkitan muda mudi setelah hampir 2 tahun tidak beraktifitas karena Covid-19, Bupati Suradnyana juga mengapresiasi turnament yang diikuti 24 peserta 2 diantaranya dari luar Buleleng ini pengusik obsesinya untuk membangun stadion sepak bola bertaraf nasional di Singaraja.
“Saya salut dan mengapresiasi pelaksanaan turnament futsal ini sebagai bentuk semangat pemuda di Buleleng untuk bangkit dari pandemi, melakukan aktifitas olahraga setelah dua tahun tidak bisa beraktifitas karena Pandemi Covid-19,” tandas Bupati Suradnyana, Kamis (26/5/2022) saat membuka turnament futsal di GOR Bhuwana Patra Singaraja.
Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja dan Ketut Ngurah Arya selaku Pembina Singa Buleleng, Bupati Buleleng yang akan mengakhiri masa tugasnya 27 Agustus 2022 menegaskan semangat peserta futsal untuk bertanding membuatnya terenyuh karena tidak bisa mewujudkan stadion sepakbola.
“Semangat anak-anak muda untuk melakukan aktivitas mengingatkan obsesi saya, membangun stadion sepakbola bertaraf nasional di Kelurahan Banyuasri. Lahannya sudah ada seluas 2 hektar, dulu kesulitan akses sehingga tidak bisa dibangun. Sekarang, saat akses jalannya ada, lurus dari Jalan Lingga, masa jabatan saya tinggal sedikit lagi,” ujar Suradnyana yang tetap berharap obsesinya bisa terwujud oleh Sekda Suyasa yang juga Ketua Pengkab PSSI Buleleng dan bupati penggantinya.
Menyikapi hal tersebut, Sekda Suyasa menyatakan sependapat dan akan melakukan kajian kembali karena proposal pembangunan stadion sepakbola bertaraf nasional di Kelurahan Banyuasri sudah pernah diajukan.
“Tentu perlu kajian lebih lanjut, karena ada penambahan areal seluas dua hektar dari lahan yang ada saat ini sehingga totalnya menjadi empat hektar. Dengan luasan itu, tentu stadion sepakbola yang akan dibangun itu bisa lebih representatif baik untuk latihan maupun penyelenggaraan turnament bertaraf nasional,” tandas Suyasa dibenarkan Ketua KONI Buleleng Ketut Wiratmaja.
Selaku Ketua KONI Buleleng, Wiratmaja tak hanya mendukung rencana pembangunan sarana prasarana olahraga tapi juga dibukanya ruang beraktifitas, berolahraga bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.(kar/jon)








