Anggaran Terbatas, Infrastruktur Jalan di Gianyar Banyak Rusak dan Berlubang

0
152
Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati

DENPASAR – Kegiatan menjaring aspirasi masyarakat (Reses) yang dilakukan anggota DPRD Bali sejak 18 hingga 27 Mei 2022, ternyata masih banyak persoalan disampaikan masyarakat baik infrastruktur jalan, irigasi, peternakan hingga dana hibah bansos ke masyarakat. Khusus infrastruktur jalan yang sudah dibangun puluhan tahun, sekarang mengalami kerusakan akan tetapi belum mampu dianggarkan dalam APBD untuk perbaikan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bali Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati via telepon, Selasa (24/5/2022.

Menurutnya, infrastuktrur jalan di sejumlah wilayah di Kabupaten Gianyar banyak yang mengalami kerusakan. Seperti jalan di desa Kutuh, jalan di desa Tegalantang di Kecamatan Ubud, Gianyar sudah banyak rusak dan berlubang. Kerusakan jalan sudah cukup lama tetapi belum mampu dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

Politisi Demokrat asal Gianyar ini mengatakan, jalan di desa Tegalantang ini sesuai laporan masyarakat saat melakukan kegiatan reses, jalan tersebut diaspal pada zamannya Bupati Tjock Budi Suryawan. Sudah cukup lama diaspal dan sampai sekarang tidak pernah dilakukan pelapisan aspal baru. Saat ini jalan sudah banyak berlubang dan kerusakannya semakin parah. Demikian juga di desa Kutuh Ubud belum pernah ada perbaikan sehingga perbaikan dilakukan oleh masyarakat dengan memanfaatkan sisa adonan luluh semen ataupun beton dari masyarakat.

“Perbaikannya menjadi tambal sulam memanfaatkan sisa luluh pese (campuran pasir dan semen,red) yang dipakai perbaikan jalan,”katanya.

Tjok Asmara demikian panggilan akrabnya, pada reses enam bulan lalu sudah pernah ada usulan perbaikan jalan Raya Andong dan sampai sekarang juga belum bisa direalisasiskan perbaikannya. Hal itu dikarenakan ketersedian anggaran sangat terbatas apalagi pada pandemi Covid-19 yang sampai saat ini juga belum berakhir.

“Saat kami reses setahun lalu dan enam bulan lalu, sampai sekarang belum bisa dilakukan perbaikan terutama jalan Raya Andong Gianyar dan sebagai jalan penghubung obyek wisata menjadi langganan banjir,”ujarnya.

Menurutnya jalan Raya Andong yang menghubungkan sejumlah obyek wisata di Ubud Gianyar, sepanjang jalan raya Andong ini selalu menjadi sorotan. Disaat musim hujan, jalan Raya Andong ini berubah menjadi jalan sungai. Bagaimana tidak, semua air meluap sepanjang jalan. Hal itu dikarenakan saluran got tidak pernah dilakukan penggelontoran sehingga endapan pasir dan lumpur terus menumpuk hingga air meluap ke jalan.

Usulan Masyarakat Dituangkan Dalam Pokir Dewan

Tjok Asmara Putra menambahkan, dari kegiatan reses yang sudah dilakukan, aspirasi masyarakat dijadikan catatan yang akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Bali dan akan disampaikan kepada eksekutif nanti.
Pihaknya berharap hasil reses ini bisa disampaikan ke eksekutif dan dialokasikan anggarannya dalam APBD Bali.

Selain infrastruktur jalan, usulan bantuan dana hibah yang difasilitasi anggota dewan juga sangat banyak disampaikan. Namun, dana hibah yang difasilitasi oleh anggota dewan nilainya juga sangat kecil. Pada APBD Induk kisaran di angka Rp 1,5 miliar dan pada APBD Perubahan berkisar Rp 400-an juta.

Pihaknya berharap, situasi pariwisata di Bali bisa semakin baik apalagi nanti Covid-19 sudah berlalu. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat sehingga dana hibah bisa ditingkatkan oleh pemerintah.

“Aspirasi masyarakat untuk permohonan dana hibah sangat banyak diperuntukan perbaikan balai banjar, perbaikan bangunan pura termasuk aspirasi permohonan pakain ibu-ibu PKK,”pungkasnya. (arnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen + 11 =