
KUTSEL – Area Lapangan Lagoon, Kuta Selatan, memiliki peranan sangat penting pada setiap gelaran event berkelas internasional di kawasan Nusa Dua. Bahkan tidak tertutup kemungkinan termasuk KTT G20 nanti. Misalnya menjadi lokasi gelar pasukan sekaligus layaknya pos sementara berbagai unsur keamanan ataupun tempat parkir.
Namun sayang, di balik pentingnya fungsi tersebut, keberadaan area Lapangan Lagoon seolah kurang perhatian. Bahkan pada Senin (23/5/2022) atau hari pertama pelaksanaan 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Nusa Dua, fasilitas toilet pada tanah lapang tersebut ternyata tidak bisa digunakan.
Selain terkunci rapat, dua bilik toilet itu terpantau sangat kotor. Bahkan ada banyak sarang tawon di sejumlah titik, termasuk pada gagang kran wastafelnya.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Benoa, adalah pihak yang diberikan kewenanganan untuk melakukan pengawasan penggunaan Lapangan Lagoon. Dikonfirmasi soal hal tersebut, secara singkat Ketua LPM Benoa mengakui, toilet adalah salah satu fasilitas dari Lapangan Lagoon yang perlu mendapat perhatian.
“Toilet yang ada sekarang masih belum bisa digunakan. Masih dikunci. Airnya mati,” singkatnya. (adi/jon)








