
BULELENG – Sebagai perusahaan aneka usaha, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra tidak hanya mengembangkan unit usaha kendaraan tapi juga meningkatkan hasil produksi perkebunan.
Selain ekstensifikasi antara lain berupa pengembangan dan pemasaran produk, dalam mengelola 82 Hektar lahan perkebunan yang tersebar pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Buleleng juga dilakukan program intensifikasi.
“Dari evaluasi dan pengecekan lapangan bersama tim, di bagian perkebunan khususnya, kita memperbaiki sistem kinerja dan meremajakan penggarap, ada beberapa yang perlu kita remajakan karena umurnya sudah melewati 60 tahun,” ungkap Dirut Perumda Swatantra Kabupaten Buleleng, I Gede Boby Suryanto, Senin (9/5/2022) usai memimpin rapat evaluasi unit usaha perkebunan di kantornya, Jalan Cempaka Singaraja.
Boby yang dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Tengah BUMD Aneka Usaha se-Indonesia mengungkapkan peremajaan penggarap dilaksanakan untuk optimalisasi hasil produk perkebunan di Kecamatan Kubutambahan meliputi Desa Mengening 27,78 Ha dan Desa Tajun 19,42 Ha, Kecamatan Busungbiu 20,273 Ha, Kecamatan Banjar 12,587 dan Kecamatan Sukasada 1,6 Ha.
“Peremajaan dilakukan untuk mencari penggarap produktif, sehingga mampu bekerja dengan baik dan optimal di kebun. Terhadap 62 orang penggarap, juga sudah sempat kita kumpulkan untuk diberikan pembinaan dan edukasi terkait teknis pertanian dan perkebunan,” ungkap Boby seraya menegaskan pembinaan dan edukasi dilakukan karena pada beberapa lahan perkebunan seperti di Desa Selat, Desa Tajun dan Desa Umejero masih belum optimal karena bertahan dengan pola tradisional.
Pola tanam tradisional, kata Boby, sedikit demi sedikit mulai diubah melalui edukasi seperti penanaman pohon cengkeh pada daerah ketinggian di Desa Selat dan Desa Tajun.
“Jadi pohonnya mau tumbuh, daunnya lebat tapi berbuahnya sulit. Itu perlu diedukasi, diganti dengan tanaman yang cocok dengan areal disana. Dengan upaya mendelegasi semua area, cuaca, kemiringan, kultur dan PH tanah, kita akan tanam tanaman yang cocok pada areal tersebut, seperti kopi dan alpukat,” terangnya.
Melalui sistem bagi hasil, para penggarap juga diajak untuk memelihara ternak sapi dan kambing. “Penggarap juga diedukasi untuk memelihara ternak sapi atau kambing, nanti bibit ternak khusus penggemukan dibelikan Perumda Swatantra dengan sistem bagi hasil,” tandas Boby sembari menambahkan penggarap juga diikutkan dalam program beli beras bayar saat panen. (kar,dha)








