
GIANYAR – Serangan hama selalu menjadi momok bagi petani. Sejauh ini, pestisida menjadi pilihan untuk mengatasi serangan hama sekaligus bisa memaksimalkan hasil panen.
Hanya, penggunaan pestisida berlebihan dapat mengganggu kesuburan tanah serta hasil panen terkontaminasi dengan bahan kimia.

Melihat kondisi tersebut, I Dewa Made Agung Kertha Nugraha (31) asal Banjar Tegallinggah, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, menciptakan alat alternatif untuk menanggulangi serangan hama.
“Alatnya bisa dipakai menarik hama pada malam hari menggunakan daya tenaga surya,”kata I Dewa Made Agung Kertha Nugraha, Kamis (5/5/2022).
Menurutnya, 30 persen gagal panen diakibatkan serangan hama dan ini permasalahan yang sering dihadapi petani seluruh Indonesia. Selama ini, penanggulangan hama masih menggunakan pestisida sebesar 40 persen dari total biaya tani. Padahal, hal tersebut cukup memberatkan petani. Ditambah lagi efek negatif pestisida seperti kesuburan tanah yang terganggu, hama yang menjadi kebal serta hasil panen yang terkontaminasi kimia.
“Selain itu sebagian besar petani Indonesia masih bergantung pada pekerjaan manual, praktik pertanian yang mengandalkan sejumlah faktor yang tidak diketahui kepastiannya dan juga pengetahuan yang didasarkan dari mulut ke mulut. Kondisi ini membuat produktivitas dan output petani menjadi fluktuatif,” ungkapnya.
Hal itulah yang melatarbekangi dirinya melalui PT. Setara Agritek Indonesia (Setara) memberikan solusi pengendalian hama menggunakan tenaga surya.
PT. Setara Agritek Indonesia merupakan sebuah perusahaan agrikultur teknologi dengan misi untuk mengangkat martabat petani melalui penyediaan teknologi pertanian berkelanjutan dan terjangkau untuk meningkatkan produktivitas petani, menghasilkan tanaman yang sehat bagi konsumen, dan mengurangi emisi karbon.
“Cara kerja alat ini menggunakan tenaga surya dan menyerapnya dalam baterai sehingga pada malam hari dapat menyalurkan energi yang terserap melalui teknologi lampu khusus yang dapat menarik hama hama pada kebun dan ladang yang merusak tanaman,” jelas pria yang merupakan Founder sekaligus Direktur Setara ini.
Produk tersebut dapat mengurangi biaya penggunaan pestisida, hasil panen menjadi lebih sehat, serta kesuburan tanah kebun tetap terjaga karena tidak tercemar oleh bahan kimia. Adapun hama yang bisa tertangkap alat tersebut diantaranya Kepinding, Wereng, hingga Walangsangit. (jay)








