
BULELENG – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana hadiri sekaligus membuka pameran Panen Hasil Karya siswa SMP Negeri 1 (Spensa) Singaraja.
Selain mengapresiasi pameran sebagai wahana kreatif untuk pengembangan potensi bakat siswa, pada momentum yang menampilkan hasil karya seni rupa dan budaya siswa kelas VII hingga kelas IX tersebut, Bupati Suradnyana juga meminta bahkan menginstruksikan guru SMP di Kabupaten Buleleng agar lebih peka.
“Kepekaan dari guru dalam pengembangan potensi, bakat siswa sangat diperlukan. Oleh karena itu, saya instruksikan kepada guru SMP agar mengenali potensi setiap siswa,” tandas Bupati Suradnyana, Selasa (26/4/2022) saat membuka pameran di Aula SMPN 1 Singaraja.
Karena pada fase pendidikan SMP, kata Suradnyana, anak-anak mulai menunjukan bakat dan potensi dirinya.
“Kreativitas akan muncul pada fase ini. Melalui pameran ini siswa bisa mengenali potensi dirinya, oh saya bisa bahasa inggris, saya bisa seni budaya dan yang lain,” terangnya.
Pada fase terakhir kelas IX, bakat serta minat siswa semakin terlihat utamanya segi kepemimpinan, kewirausahaan dan hubungan sosial antar manusia, yang dibutuhkan untuk bisa hidup bermasyarakat.
“Untuk menilai hal tersebut, diperlukan kepekaan seorang guru yang dapat menggali dan memahami potensi siswanya untuk dikembangkan. Walaupun tidak semua bisa, tapi hal itu bisa dipelajari,” tandas Suradnyana meyakinkan.
Senada dengan Bupati Suradnyana, Ni Putu Karnadhi selaku Kepala SMP Negeri 1 Singaraja mengungkapkan pameran bertajuk Panen Hasil Karya siswa SMP Negeri 1 Singaraja baru kali pertama dilakukan.
“Kegiatan pameran diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengeksplorasi diri, memberikan wahana bagi siswa untuk panen, menuai hasil usaha dari eksplorasi dirinya,” tandas Karnadhi yang segera memasuki masa purna tugas. Ia juga berharap, upaya penggalian bakat dan potensi siswa ini bisa dilakukan berkesinambungan.
“Kita pasti teruskan upaya penggalian potensi siswa dan yakin bisa melakukan itu. Apalagi, hal ini sangat sejalan dengan kurikulum merdeka belajar yang digunakan saat ini,” pungkasnya. (kar,dha)








